Hujan deras mengguyur wilayah Situbondo pada Rabu malam kemarin. Akibatnya, bencana pun datang. Jalur Pantura yang jadi urat nadi penghubung Situbondo-Probolinggo lumpuh total. Material banjir berupa lumpur dan batu-batu besar menutupi jalan raya, mengisolasi arus transportasi.
Antrean kendaraan langsung mengular. Panjangnya sampai puluhan kilometer, baik dari arah Surabaya maupun dari Banyuwangi. Roda dua dan roda empat sama-sama tak berkutik, terjebak dalam kemacetan parah.
Salah satu yang merasakan langsung adalah Sutomo, sopir truk asal Pasuruan.
“Saya terjebak sejak pukul 20.45 WIB sampai sekitar pukul 03.00 WIB. Bahkan sempat tertidur di lokasi kejadian karena antrean panjang. Rencananya saya mau mengantar barang ke Banyuwangi,”
Ujarnya, Kamis (22/1), menceritakan pengalaman tak terlupakan itu.
Material yang menutup jalan ternyata bukan main-main. Ketinggiannya mencapai sekitar 50 sentimeter dan memanjang hingga 100 meter. Menurut informasi, material ini diduga berasal dari tanggul yang jebol sepanjang 15 meter dengan ketebalan sekitar satu meter.
Menyikapi keadaan darurat ini, Pemkab Situbondo langsung bergerak cepat. Alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (DPUPP) didatangkan untuk membersihkan tumpukan lumpur dan batu. Proses pemantauan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Ulfiyah, didampingi Kepala BPBD Timbul Soerjanyo dan Kepala DPUPP Abdul Kadir. Mereka paham betul, jalur ini adalah akses utama.
“Karena hingga Kamis dini hari proses pembersihan lumpur dan batu masih berlangsung, kami memohon kepada para pengendara yang melintas di Jalur Pantura Situbondo untuk bersabar,”
Pinta Ulfiyah di lokasi kejadian, Kamis dini hari.
Di sisi lain, upaya pengaturan lalu lintas dilakukan oleh kepolisian. Pelaksana Harian Kanit Turjawali Polres Situbondo, Aipda Dedi, menyebut arus berhasil diurai sekitar pukul 03.00 WIB.
“Namun, kami masih memberlakukan sistem buka-tutup,”
katanya saat dikonfirmasi. Pihaknya bersama Satlantas terus memantau situasi hingga kondisi benar-benar normal.
Tak Hanya Longsor, Banjir Juga Merendam 6 Kecamatan
Dampak hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga sekitar pukul 21.00 WIB itu ternyata lebih luas. Bukan cuma membuat jalur Pantura macet total, tapi juga merendam ratusan rumah. Setidaknya ada enam kecamatan di wilayah barat Kabupaten Situbondo yang terdampak banjir.
Keenam kecamatan itu adalah Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Besuki, dan Banyuglugur. Keadaan ini tentu menambah panjang daftar pekerjaan bagi pemerintah daerah.
Usai menggelar rapat darurat dengan pimpinan OPD, Wakil Bupati Ulfiyah langsung turun ke lapangan. Lokasi yang ditinjau tepatnya berada di Jalan Raya Kembangsambi, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Di situlah tumpukan material longsor bercampur batu sempat memutus jalur utama Pantura.
Artikel Terkait
IHSG Ambruk 3,38% ke 7.129, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
JPPI: 233 Kasus Kekerasan di Sekolah dan Kampus Terjadi dalam Tiga Bulan, 46 Persen di Antaranya Kekerasan Seksual
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Bos Bulog Raih Penghargaan CEO Terpopuler 2026
Maximo Quilles Juarai Moto3 Jerez 2026, Veda Ega Pratama Tembus Enam Besar dari Posisi 17