Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran

- Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00 WIB
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran

Suasana Lebaran Idul Fitri, bagi banyak keluarga di Indonesia, selalu terasa kurang lengkap tanpa kehadiran kue-kue kering di atas meja tamu. Aromanya saja sudah bikin suasana jadi hangat dan meriah.

Nah, bicara soal kue Lebaran, ada beberapa jenis yang seolah jadi ritual wajib. Mereka punya cerita sendiri-sendiri, lho. Dari sejarah namanya yang seringkali berakar dari masa lalu, sampai ke tekstur dan rasa yang sudah melekat di ingatan kita sejak kecil.

Kalau kamu lagi sibuk menyusun menu hidangan, mungkin daftar favorit ini bisa jadi panduan. Beberapa di antaranya pasti sudah kamu kenal betul.

Nastar

Si bulat nan legit ini memang tak pernah kehilangan pesona. Isian selai nanasnya yang idealnya buatan sendiri memberikan paduan manis dan asam yang pas di lidah. Asal namanya sendiri dari bahasa Belanda, ananas dan taartjes, sebuah jejak akulturasi yang masih bertahan.

Kunci kelezatannya ada di kulitnya. Harus renyah, gurih, dan berasal dari mentega serta kuning telur berkualitas. Saat digigit, selainya lumer. Biasa juga dihias dengan olesan kuning telur biar mengilap, atau diberi hiasan cengkeh kecil di atasnya. Kadang, parutan keju juga ditaburkan sebagai penambah aroma.

Kastengel

Bagi yang lebih suka rasa gurih daripada manis, kastengel biasanya jadi rebutan. Namanya berasal dari kaasstengels, atau "tongkat keju" dalam bahasa Belanda. Dan memang, kejunya melimpah.

Adonannya padat, garing, dan aromanya sungguh menggoda saat keluar dari oven terutama kalau pakai keju edam atau cheddar tua. Taburan keju parut di atasnya memberi sensasi renyah ekstra. Camilan yang satu ini terkenal bikin susah berhenti mengunyah.

Putri Salju

Penampilannya cantik dan lembut seperti namanya. Bentuk bulan sabitnya diselimuti gula halus putih bak salju. Saat masuk ke mulut, sensasi dingin manis itu langsung terasa.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar