Di tengah pembahasan RUU Hak Cipta di DPR, Selasa (10/3), suara Once Mekel cukup menonjol. Anggota Baleg dari PDIP ini punya harapan besar. Menurutnya, undang-undang yang baru nanti harus benar-benar jadi tameng bagi para pencipta, pemegang hak, pelaku pertunjukan, sampai label rekaman.
Tapi, bukan berarti akses masyarakat jadi terhambat. "Sekaligus tetap menjamin akses masyarakat terhadap pemanfaatan karya cipta," ujar Once saat menyampaikan aspirasinya soal pengawasan pelaksanaan hak cipta.
Semangatnya sederhana, tapi berat. Revisi UU ini, baginya, wajib menghadirkan regulasi yang lebih berkualitas. Regulasi yang manfaatnya bisa dirasakan semua pihak yang berkecimpung dalam ekosistem itu.
"Kami sebagai pengusul punya satu semangat," tegas penyanyi 55 tahun itu. "UU baru wajib lebih baik dari sebelumnya, lebih berkualitas, dan terutama memberi manfaat bagi semua pihak. Baik pencipta, pemegang hak terkait, performer, label, maupun masyarakat yang memanfaatkan karya tersebut."
Nah, di sinilah tantangannya. Prinsip dasarnya adalah keseimbangan. Bagaimana caranya melindungi hak eksklusif pencipta, tapi di saat bersamaan karya itu bisa dimanfaatkan secara luas untuk kemajuan seni dan budaya.
Once melihat, banyak orang masih belum sepenuhnya paham. Hak cipta itu sifatnya unik, berbeda dengan kepemilikan benda fisik biasa. Ia tak berwujud. Bisa dipakai di banyak tempat secara bersamaan dalam waktu yang sama.
"Banyak masyarakat belum paham bahwa hak cipta itu bersifat bergerak dan tidak berwujud," paparnya. "Berbeda dengan benda fisik yang bisa kita klaim keberadaannya secara langsung. Hak cipta bisa dimanfaatkan secara simultan di banyak tempat sekaligus."
Karena karakter khusus itulah, peran negara dinilai tetap krusial. Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan dan pengelolaannya berjalan adil dan transparan.
Artikel Terkait
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran
Batu Karst Pundo Siping, Kejutan Alam Fotogenik di Tengah Lahan Kering Jeneponto
Komisi VIII DPR Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan, Arab Saudi Belum Beri Penjelasan Resmi
Remaja Makassar Gelar Patroli Sahur dengan Kostum Pengantin Adat