Jakarta – Bagi Rajiah Sallsabillah, ajang World Climbing Asia Championship di Meisan, China, awal April ini bukan sekadar turnamen biasa. Momentumnya sangat krusial. Atlet panjat tebing disiplin speed itu punya tekad bulat: tampil habis-habisan demi mengamankan tiket ke Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Bisa dibilang, ini mungkin jadi kesempatan terakhirnya. "Jadi saya akan tampil all-out untuk bangsa dan negara, juga diri sendiri karena kemungkinan ini kesempatan terakhir agar bisa tampil di Asian Games," ujar Rajiah, saat dihubungi dari Jakarta, Senin lalu.
Perempuan 27 tahun asal Banten ini punya rekam jejak yang tak main-main di pesta olahraga se-Asia. Di edisi 2018 Jakarta-Palembang, ia menyumbang emas dari nomor speed relay. Lalu, di Hangzhou 2022, ia menambah koleksinya dengan perunggu di speed individual dan perak lagi dari relay.
Namun begitu, perjalanan menuju Meisan tidak mulus. Rajiah sempat terhambat cedera panjang tahun lalu. Itu sebabnya, persiapan kali ini lebih banyak ia fokuskan pada penguatan mental dan motivasi. Membangun kepercayaan diri kembali setelah masa pemulihan.
Persaingan untuk tiket ke Jepang memang ketat. Di internal tim nasional sendiri, persaingan sengit. Tapi Rajiah melihat peluang Indonesia masih terbuka lebar untuk merebut dua kuota di sektor putri.
Meski punya ambisi pribadi, ia menekankan satu hal. "Siapa pun yang lolos nantinya adalah hasil terbaik untuk Merah Putih," katanya. Target utamanya tetap sama: membawa pulang prestasi tertinggi.
Di sisi lain, kontingen Indonesia sudah tiba di Kota Meisan sejak Senin pagi. Menurut jadwal, pertandingan untuk nomor speed akan dimulai Kamis depan.
Pengurus Pusat FPTI memberangkatkan total 16 atlet untuk ajang ini. Mereka semua akan berjuang di China pada 7-12 April. Semua mata tertuju pada turnamen ini, karena ia menjadi gerbang kualifikasi menuju Asian Games September mendatang.
Bagi Rajiah dan kawan-kawan, perjuangan di dinding speed itu bukan cuma soal kecepatan. Tapi tentang sejarah, dedikasi, dan mungkin, satu kesempatan terakhir untuk membayarkan semua keringat untuk merah putih.
Artikel Terkait
Ed Sheeran Kembali Jadi Artis Paling Banyak Diputar di Inggris Sepanjang 2025
Lurah di Pangkep Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Ngaku Bahas Urusan Kantor
Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
Polisi Bekuk Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 Lokasi saat Pemilik Nonton Dangdut