Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Ed Sheeran, kembali menegaskan dominasinya di industri musik tanah airnya. Lembaga lisensi musik PPL mencatat bahwa Sheeran menjadi artis paling banyak diputar di Inggris sepanjang tahun 2025, mengungguli nama-nama besar lainnya dalam hal frekuensi pemutaran di radio, televisi, dan ruang publik.
Pencapaian ini bukanlah yang pertama bagi pelantun “Shape of You” tersebut. Data menunjukkan bahwa ini adalah kali kedelapan dalam sebelas tahun terakhir ia menduduki posisi puncak. Sejak pertama kali memuncaki chart PPL pada 2015, namanya hampir tidak pernah absen dari tiga besar, terutama setelah 2017.
Lebih mencengangkan lagi, musik Ed Sheeran rata-rata diputar sebanyak 574 kali setiap harinya selama 15 tahun perjalanan kariernya. Dua lagunya, “Sapphire” dan “Azizam”, bahkan berhasil menembus daftar sepuluh lagu paling banyak diputar tahun ini, masing-masing di posisi kedelapan dan kesembilan.
Menanggapi capaian tersebut, Sheeran menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh stasiun radio, televisi, venue, dan tentunya para penggemar yang terus mendukung musik saya selama 15 tahun terakhir,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Di sisi lain, persaingan di papan atas juga tak kalah ketat. Taylor Swift kembali mempertahankan posisi kedua untuk tahun ketiga berturut-turut. Sementara itu, Dua Lipa yang sebelumnya bertengger di puncak harus turun ke peringkat ketiga. Ketiga nama ini konsisten mendominasi tiga besar selama tiga periode terakhir, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kancah musik global.
Selain ketiganya, deretan musisi kenamaan seperti Calvin Harris, David Guetta, Coldplay, Elton John, Ariana Grande, Sabrina Carpenter, dan Lady Gaga juga menghuni sepuluh besar. Namun, kejutan datang dari kategori lagu paling banyak diputar. Pendatang baru Myles Smith berhasil memuncaki chart lewat lagu “Nice To Meet You”. Ia juga menempatkan lagu “Stargazing” di posisi kesepuluh, menandai tahun yang sangat gemilang bagi musisi asal Inggris tersebut.
Dominasi musisi Inggris pun terlihat jelas dalam chart lagu tahun ini. Sebanyak enam dari sepuluh lagu teratas berasal dari artis lokal, termasuk Lola Young dengan “Messy” di posisi kedua dan Sam Fender lewat “People Watching” di urutan keempat.
Chief Executive PPL, Peter Leathem OBE, memuji pencapaian Ed Sheeran dan Myles Smith. Menurutnya, hasil chart tahun ini mencerminkan kondisi industri musik Inggris yang sangat dinamis.
“Hasil tahun ini menunjukkan betapa kuat dan hidupnya ekosistem musik Inggris saat ini, baik dari nama-nama besar maupun talenta baru yang terus bermunculan,” kata Leathem.
Data yang dirilis PPL tidak hanya menjadi tolok ukur popularitas, tetapi juga digunakan sebagai dasar distribusi royalti kepada lebih dari 182.000 performer dan pemegang hak musik. Laporan tersebut juga memperlihatkan meningkatnya minat publik terhadap musik baru. Nama-nama seperti Benson Boone, Chappell Roan, dan Gracie Abrams berhasil menembus daftar 20 besar artis paling banyak diputar sepanjang tahun, menandai pergeseran selera pendengar yang semakin terbuka terhadap wajah-wajah baru.
Artikel Terkait
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek
Trump Desak Negara Timur Tengah Bergabung dengan Abraham Accords di Tengah Negosiasi Perang Iran
Anang Hermansyah Diapresiasi karena Sikap Dewasa terhadap Kris Dayanti, Warganet Soroti Kontras dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional