Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

- Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB
Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Kelompok pejuang Palestina, Hamas, mengonfirmasi pada Rabu, 27 Mei 2026, bahwa pemimpin baru sayap militernya, Mohammed Odeh, tewas dalam serangan udara Israel. Odeh disebut gugur bersama istri dan kedua anaknya dalam serangan yang terjadi pada Selasa lalu, demikian dikutip dari laporan media internasional, Kamis, 28 Mei 2026.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan bahwa militer Israel menargetkan dan berhasil membunuh Odeh. Menurut keterangan rumah sakit setempat, sedikitnya lima orang, termasuk Odeh dan anggota keluarganya, meninggal dunia. Serangan yang menghantam kawasan pasar di Kota Gaza itu juga melukai dua belas orang lainnya.

Serangan tersebut terjadi menjelang Hari Raya Iduladha. Situasi semakin mencekam ketika serangan lanjutan pada Rabu malam kembali menewaskan sedikitnya tujuh orang, di antaranya dua anak-anak dan seorang perempuan. Lebih dari dua puluh orang lainnya terluka, termasuk sejumlah anak-anak, menurut laporan dari Rumah Sakit Shifa.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan api yang membesar dari lantai atas sebuah bangunan. Warga sekitar tampak berusaha mengevakuasi korban luka menuju ambulans di tengah kepanikan. Militer Israel menyatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan di Gaza utara dengan menargetkan dua anggota Hamas.

Ribuan warga kemudian menghadiri pemakaman Mohammed Odeh dan keluarganya di Kota Gaza pada Rabu. Jenazah mereka dibungkus bendera hijau Hamas sebelum diarak dari sebuah masjid menuju pusat kota. Sejumlah pelayat membawa poster bergambar Odeh yang bertuliskan "salah satu kepala staf Brigade Qassam," sayap militer Hamas.

Hamas menyebut Odeh telah aktif dalam kelompok tersebut selama lebih dari tiga dekade dan termasuk dalam generasi awal pembentukan sayap bersenjata mereka. Sementara itu, Israel menyebut Odeh sebagai salah satu "arsitek" serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang besar di Gaza. Katz menambahkan bahwa Odeh merupakan pemimpin keempat sayap militer Hamas yang dibunuh Israel sejak perang dimulai.

Pendahulu Odeh, Izz al-Din al-Haddad, dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada 16 Mei lalu. Katz menegaskan bahwa Israel akan terus memburu pimpinan Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.

"Kami berjanji Hamas tidak akan memegang kekuasaan sipil maupun militer," tulis Katz di media sosial.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menegaskan bahwa Israel akan menargetkan seluruh pihak yang terlibat dalam serangan tersebut. Serangan yang menewaskan Odeh terjadi ketika warga Gaza bersiap menyambut Iduladha. Namun, suasana hari raya kembali berlangsung suram di tengah perang yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar sembilan puluh persen dari lebih dua juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal akibat perang. Sebagian besar warga kini tinggal di tenda pengungsian dan tempat penampungan darurat dengan kondisi sanitasi buruk serta bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar