Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN

- Senin, 06 April 2026 | 00:15 WIB
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN

Oleh: M. Ramadan


Bintan, TVRINews

Pencapaian di dunia literasi kembali ditorehkan oleh jurnalis LPP TVRI, Muhammat Ramadan. Kali ini, pria yang biasa disapa Rama itu meluncurkan sebuah buku antologi puisi berjudul "Dalam Cahaya Ramadan". Yang menarik, karya ini merupakan hasil kolaborasinya dengan 181 penulis lain yang tersebar di berbagai negara ASEAN.

Ini bukan prestasi pertamanya, tentu saja. Sebelumnya, Rama sudah mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor itu ia raih lewat "Antologi Puisi Asia", sebuah karya kolosal yang ditulis bersama 2.023 penulis.

Nah, kalau ditanya soal menulis, bagi Rama aktivitas ini jauh lebih dari sekadar hobi. Ia melihatnya sebagai sebuah misi. Misi untuk berbagi sudut pandang hidup lewat kata-kata. Ia punya keinginan kuat untuk memperkenalkan puisi sebagai sesuatu yang seru dan mudah dinikmati siapa saja.

"Saya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa menulis puisi itu sangat menarik dan menyenangkan," ucap Rama.

Di balik sederet prestasinya, Rama mengaku tidak sendirian. Ada peran besar Azrizal Nur, sang penggagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas). Dialah yang selama ini membimbing dan mengarahkan Rama dalam berkarya. Rasa syukur itu ia ungkapkan dengan tulus.

"Saya sangat bersyukur telah dikenalkan dengan Dato'k Azrizal Nur sebagai guru sekaligus pembimbing dalam menulis puisi. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang," katanya.

Rama juga merasa bangga bisa terus dilibatkan dalam berbagai proyek buku terbitan Perruas. Baginya, keterlibatan itu adalah bahan bakar. Motivasi untuk terus mencipta, agar karyanya dikenal lebih luas lagi.

Kehadiran "Antologi Puisi Dalam Cahaya Ramadan" ini diharapkan bukan sekadar jadi tambahan koleksi di rak buku. Rama berharap karyanya bisa menginspirasi anak-anak muda, khususnya di Kepulauan Riau. Agar mereka berani mengekspresikan diri lewat tulisan, sekaligus menguatkan budaya literasi hingga ke kancah internasional.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar