Bank Sentral Nigeria Undang KuCoin dalam Program Uji Coba Regulasi Kripto

- Senin, 06 April 2026 | 08:45 WIB
Bank Sentral Nigeria Undang KuCoin dalam Program Uji Coba Regulasi Kripto

Providenciales, Turks and Caicos Islands – KuCoin, salah satu bursa kripto global yang cukup diperhitungkan, baru-baru ini dapat undangan spesial. Mereka diminta ikut serta dalam program uji coba yang digagas Bank Sentral Nigeria, atau CBN. Program ini khusus dirancang untuk para Penyedia Jasa Aset Virtual, atau VASP. Intinya, ini adalah mekanisme pengawasan baru.

Yang menarik, KuCoin disebut-sebut sebagai satu-satunya platform kripto global yang masuk dalam daftar undangan pertama. Mereka bergabung dengan sejumlah perusahaan fintech dan aset digital lain yang lebih bersifat regional. Melalui langkah ini, CBN jelas ingin memperketat pengawasan di sektor digital yang sedang naik daun. Tujuannya ganda: mengawasi risiko kejahatan keuangan sekaligus mendorong kepatuhan terhadap aturan anti-pencucian uang (AML), pencegahan pendanaan terorisme (CFT), dan pembiayaan proliferasi (CPF).

Inisiatif Nigeria ini bukan muncul tiba-tiba. Program uji coba ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk menjaga integritas sistem keuangan mereka, yang kerangka regulasinya terus berubah. Selain selaras dengan standar internasional seperti FATF, program ini juga punya tujuan praktis. Di lapangan, ini akan membantu regulator memahami lebih dalam model bisnis aset kripto, risiko operasionalnya, dan bagaimana praktik kepatuhan dijalankan.

Lalu, seperti apa keterlibatan peserta? Mereka akan terlibat dalam dialog regulasi yang terstruktur. Ada kewajiban menyampaikan data secara berkala, plus menunjukkan progres di sejumlah area kunci. Mulai dari tata kelola perusahaan, pemantauan transaksi, penyaringan sanksi, hingga penerapan "Travel Rule" untuk transaksi lintas batas negara.

Menanggapi undangan ini, BC Wong, CEO KuCoin, menyampaikan pandangannya.

"Dialog yang konstruktif antara industri dan regulator itu pondasinya. Tanpa itu, sulit membangun ekosistem aset digital yang berkelanjutan," ujarnya.

"Kami lihat ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat manajemen risiko. Sebagai platform global, komitmen kami adalah bekerja sama dengan regulator demi mendukung inovasi yang bertanggung jawab," tambah Wong.

Partisipasi KuCoin dalam program CBN ini bukan sekadar formalitas. Ini membuktikan strategi mereka untuk aktif mengikuti perkembangan regulasi di berbagai yurisdiksi. Ke depannya, mereka berjanji akan terus berinvestasi pada infrastruktur kepatuhan dan sistem manajemen risiko. Tujuannya jelas: mendukung ekosistem aset digital yang lebih tepercaya dan tangguh.

Di sisi lain, program ini juga menjadi sinyal. Nigeria, yang pasarnya termasuk yang tumbuh paling cepat di dunia, kini mengambil pendekatan lebih proaktif. Mereka mencoba mencari titik temu yang pas: bagaimana mendorong inovasi, tapi di saat bersamaan pengawasan regulasi juga diperkuat.

Sebagai informasi, KuCoin berdiri sejak 2017 dan kini dipercaya oleh lebih dari 40 juta pengguna di seluruh dunia. Platform ini menawarkan akses ke lebih dari 1.500 aset digital dan mengedepankan keamanan serta pengalaman pengguna. Mereka juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi dan izin regulasi di berbagai negara, termasuk Australia dan Eropa, sebagai bagian dari fondasi kepatuhan global mereka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar