BONE Peringatan Hari Jadi Bone yang ke-696 bukan sekadar seremoni belaka. Bagi pemerintah setempat, momen ini jadi pendorong untuk terus menggenjot pembangunan, terutama infrastruktur, yang ujung-ujungnya demi kesejahteraan warga.
Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, dalam puncak acara yang ditandai prosesi adat Mattompang Arajang. Di hadapan para tamu undangan, ia menyatakan tekadnya mewujudkan Bone yang Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.
Acara itu sendiri ramai oleh kehadiran tokoh-tokoh penting. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Hj Fatmawati Rusdi hadir. Tak ketinggalan, perwakilan Forkopimda Sulsel, sejumlah anggota DPR RI, serta Ketua dan Anggota DPRD Sulsel.
Dari internal Bone, Wakil Bupati H Andi Akmal Pasluddin beserta jajaran DPRD setempat juga memenuhi undangan. Bahkan, nuansa kekeluargaan terasa dengan kehadiran mantan Bupati Bone H Andi Fahsar Mahdin Padjalangi dan mantan anggota DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi.
Dalam sambutannya, Bupati Asman menyoroti kerja nyata di lapangan. Pemerintah kabupaten, katanya, punya komitmen serius untuk meningkatkan infrastruktur. Buktinya, perbaikan jalan rusak jadi prioritas yang terus dikejar.
"Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari upaya mendorong konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Bone," ungkapnya.
Dari total panjang jalan sekitar 981 kilometer, kabarnya sudah 328 kilometer yang berhasil dituntaskan pengerjaannya. Angka yang tidak kecil, tentu saja.
Nah, upaya perbaikan infrastruktur ini rupanya selaras dengan semangat peringatan HJB tahun ini. Tema yang diusung, “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”, punya makna yang dalam. Secara harfiah, ini adalah ajakan untuk bersatu dan saling menopang demi kemajuan Bone.
Menurut sejumlah budayawan, tema itu tak lepas dari falsafah hidup orang Bugis yang kental: sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge’ (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan). Nilai-nilai inilah yang selama ini jadi perekat harmoni sosial di masyarakat.
Di sisi lain, pilihan tema juga punya resonansi historis yang kuat. Bone kan dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Bugis, di mana solidaritas dan kebersamaan dijunjung tinggi. Kini, semangat lama itu diharapkan bisa hidup kembali lewat kolaborasi nyata.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan anak muda dianggap kunci untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk soal infrastruktur tadi.
Dengan progres perbaikan jalan yang terus berjalan, optimisme pun tumbuh. Pemerintah Kabupaten Bone yakin, langkah ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Harapannya, semua berujung pada terwujudnya Bone yang lebih maju dan bermartabat, sesuai semangat hari jadinya yang ke-696. (kar)
Artikel Terkait
Takbiran Idul Adha Dimulai Sejak Maghrib Malam Raya hingga Ashar 13 Dzulhijjah, Ini Perbedaan Durasi Menurut Mazhab
Mandi Sunah Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Hukumnya Sebelum Salat
Salat Iduladha 1447 H Tingkat Kota Makassar Dipusatkan di Lapangan Karebosi, Pemkot Siapkan Hewan Kurban Bantuan Presiden
Sabar/Reza Lolos ke 16 Besar Singapore Open 2026 Usai Hajar Wakil Tuan Rumah Dua Gim Langsung