Konflik antara Iran melawan AS dan Israel ternyata tak kunjung reda. Banyak yang terkejut, melihat Iran masih bertahan bahkan terlihat cukup tangguh menghadapi dua raksasa militer sekaligus. Menurut Islah Bahrawi, seorang tokoh dari Madura, justru durasi perang yang panjang inilah yang menunjukkan kehebatan Iran sebenarnya.
Islah mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan Terus Terang Media, Minggu lalu. Ia menyoroti betapa banyak analis dalam negeri yang awalnya meremehkan.
"Banyak pengamat di negara kita dulu bilang perang ini cuma akan berlangsung tiga hari. Ada juga yang prediksi nggak sampai seminggu," ujar Islah.
Ia menduga, ketidaktahuan banyak pengamat militer terutama yang fokus pada geopolitik tentang kapasitas sebenarnya Iran, membuat analisis mereka meleset jauh. Perang ini digambarkan bakal cepat berakhir, padahal kenyataannya tidak.
Mungkin, analisis itu terpengaruh oleh memori perang AS di Timur Tengah dulu, seperti tahun 1991 atau 2003 pasca 9/11. Saat itu, AS seolah mudah saja melewatinya. Dukungan publik di dalam negeri AS pun sangat tinggi.
"Kebetulan tahun 2003 saya sedang di Amerika. Saya merasakan sendiri bagaimana approval rate untuk Presiden Bush waktu itu luar biasa. Hampir seluruh rakyat Amerika mendukung invasi ke Irak," kenang Islah.
Gairah dukungan penuh itulah yang mendorong pemerintah AS menumbangkan Saddam Hussein. Namun begitu, situasi sekarang sangat berbeda. Islah melihat Donald Trump kini berada dalam posisi yang penuh pertaruhan.
"Ternyata semua orang, termasuk pengamat-pengamat militer yang ada di Indonesia, buta terhadap kekuatan Iran. Harus kita paham Iran sejak pasca revolusi 1979 tidak ada satu negara pun yang paham tentang Iran, terutama terkait logistik militernya," tegas Islah.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun