Jakarta - Langkah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) untuk memperkuat bisnis logistiknya kian nyata. Lewat anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), mereka baru saja meresmikan kapal logistik kimia cair terbaru bernama Boreas. Kapasitasnya tak main-main: 9.000 DWT. Menurut rencana, Boreas akan mulai berlayar pada Juni 2026, melintasi rute domestik hingga internasional.
Ini bukan sekadar penambahan aset biasa. Bagi manajemen CDI Group, kehadiran Boreas adalah bagian dari strategi jangka panjang. Mereka ingin membangun sistem logistik maritim yang lebih solid dan bisa diandalkan. Apalagi, sektor energi dan kimia di kawasan Asia terus tumbuh. Kebutuhan akan distribusi yang efisien dan aman pun jadi kunci utama.
Presiden Direktur CDIA, Fransiskus Aryawan, menegaskan hal itu.
"Penambahan armada ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan fleksibilitas layanan logistik maritim CDI Group," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Memang, tugas utama Boreas adalah mendukung distribusi di dalam ekosistem Chandra Asri Group. Namun begitu, kapal ini juga terbuka untuk melayani pelanggan eksternal dari berbagai industri lain. Jangkauannya luas, dari Asia hingga Eropa. Dengan begitu, Boreas diharapkan bisa memperkuat konektivitas perdagangan antarwilayah, khususnya untuk komoditas kimia strategis.
Di sisi lain, soal kualitas konstruksi, CSI tampaknya tak mau ambil risiko. Mereka menggandeng Fukuoka Shipbuilding Co., Ltd. dari Jepang sebagai partner. Galangan kapal ini punya reputasi global. Kolaborasi ini bertujuan memastikan Boreas dibangun dengan standar teknis modern, efisien, dan tentu saja, memenuhi semua regulasi keselamatan internasional.
Kehadiran Boreas jelas mempertegas komitmen CDI Group. Mereka serius membangun infrastruktur logistik maritim yang terintegrasi dan berstandar tinggi. Dengan armada baru ini, kemampuan distribusi mereka untuk menunjang operasional grup maupun mitra industri lain, diyakini akan makin kuat.
Sebagai informasi, CDIA adalah bagian dari bisnis konglomerat Prajogo Pangestu yang fokus di infrastruktur energi. Portofolio mereka cukup beragam. Saat ini, mereka mengoperasikan pembangkit listrik 320 MW, fasilitas pengolahan air, dua jetty, plus tangki penyimpanan berkapasitas gabungan 130.000 m³. Di segi logistik, selain armada laut berkapasitas 4.200-9.600 DWT, mereka juga punya 212 unit armada darat.
Investasi di kapal Boreas ini, dalam pandangan mereka, lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Ini adalah investasi untuk daya saing. Visinya jelas: menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan untuk industri nasional. Ke depan, CDI Group berencana terus memperkuat portofolio infrastrukturnya. Mereka ingin dikenal bukan hanya sebagai pendukung grup internal, tapi juga sebagai penyumbang penting bagi penguatan ekosistem industri yang lebih luas.
Artikel Terkait
BRI dan Unsoed Resmi Luncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk Transformasi Desa Berbasis Teknologi
BPII Investasi Rp150 Miliar di Perusahaan Induk Properti, Kuasai 19,3% Saham
Proyek LNG CGAS di Karawang Terancam Molor, Baru 70 Persen
Harga BBM Nonsubsidi Serentak Naik per Mei 2026, Vivo dan BP Paling Awal Menyesuaikan