PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026

- Senin, 06 April 2026 | 17:50 WIB
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026

Jakarta - PT Bukit Asam (Persero) Tbk punya rencana besar untuk sebuah lokasi bersejarah. Mereka berencana menghidupkan kembali aktivitas di tambang Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat. Targetnya jelas: mendongkrak produksi batu bara perusahaan.

Ombilin bukan sembarang tambang. Usianya sudah sangat tua, beroperasi sejak zaman kolonial Belanda di akhir abad ke-19. PTBA mengambil alih dan mengelolanya dengan sistem tambang terbuka mulai 1991. Namun, roda operasi terpaksa berhenti pada 2016.

Uniknya, tiga tahun setelah penutupan, tepatnya 2019, UNESCO justru menganugerahi kompleks tambang ini sebagai Warisan Budaya Dunia. Status itu diberikan karena Ombilin dianggap sebagai tambang batu bara terintegrasi pertama di Indonesia. Nah, sekarang PTBA sedang mengurus AMDAL sebagai bagian dari proses perizinan reaktivasi.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengonfirmasi bahwa perseroan sudah dapat izin dari Kementerian Kebudayaan. Ini penting, mengingat status warisan dunia yang melekat pada situs tersebut.

"Nah, kami sekarang ini lagi proses AMDAL. Ini diharapkan (cepat selesai) karena cadangannya di sana masih ada 102 juta ton, 2 juta ton itu tambang open pit yang 100 jutanya tambang dalam. Kami harapkan 2026 ini akhir tahun kita sudah mulai bisa menambang di open pit Ombilin,"

Ucap Arsal dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Di sisi lain, apa yang mendorong pengaktifan kembali tambang tua ini? Ternyata, cadangannya yang sangat besar jadi alasan utama. Pemerintah, lewat Danantara Indonesia, mendorong langkah ini. Meski usianya sudah ratusan tahun, potensi di bawah tanah Ombilin masih sangat menjanjikan, terutama untuk tambang dalam.

Arsal juga menyinggung soal harga batu bara yang masih bertengger di level tinggi. Situasi ini tentu menguntungkan Indonesia jika produksi dari Ombilin bisa kembali berjalan. Dia menegaskan, proses penambangan nanti akan mengutamakan kelestarian lingkungan. Salah satu wacana yang digulirkan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk operasional.

"Yang paling penting adalah bagaimana di Ombilin itu nanti bisa menciptakan kesempatan kerja, ekonominya jadi meningkat lagi,"

tambahnya.

Untuk tahun 2026 ini, PTBA sendiri menargetkan produksi dan penjualan batu bara sekitar 50 juta ton secara keseluruhan. Selain mengejar angka penjualan, perusahaan juga fokus pada efisiensi dan mengoptimalkan portofolio bisnisnya ke arah yang lebih berkelanjutan. Reaktivasi Ombilin, jika berjalan, akan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar