Jakarta - PT Bukit Asam (Persero) Tbk punya rencana besar untuk sebuah lokasi bersejarah. Mereka berencana menghidupkan kembali aktivitas di tambang Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat. Targetnya jelas: mendongkrak produksi batu bara perusahaan.
Ombilin bukan sembarang tambang. Usianya sudah sangat tua, beroperasi sejak zaman kolonial Belanda di akhir abad ke-19. PTBA mengambil alih dan mengelolanya dengan sistem tambang terbuka mulai 1991. Namun, roda operasi terpaksa berhenti pada 2016.
Uniknya, tiga tahun setelah penutupan, tepatnya 2019, UNESCO justru menganugerahi kompleks tambang ini sebagai Warisan Budaya Dunia. Status itu diberikan karena Ombilin dianggap sebagai tambang batu bara terintegrasi pertama di Indonesia. Nah, sekarang PTBA sedang mengurus AMDAL sebagai bagian dari proses perizinan reaktivasi.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengonfirmasi bahwa perseroan sudah dapat izin dari Kementerian Kebudayaan. Ini penting, mengingat status warisan dunia yang melekat pada situs tersebut.
Ucap Arsal dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Artikel Terkait
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
OJK: Potensi Penurunan Bobot Saham di MSCI Hanya Dampak Sementara
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik
IHSG Turun 0,53%, Mayoritas Sektor dan Saham Tertekan