Festival Sepak Bola Rakyat Digelar di Makassar, Garap Talenta Muda Sulawesi untuk Sepak Bola Nasional

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:00 WIB
Festival Sepak Bola Rakyat Digelar di Makassar, Garap Talenta Muda Sulawesi untuk Sepak Bola Nasional

Festival Sepak Bola Rakyat kembali digelar di Sulawesi sebagai upaya memperluas akses pembinaan usia muda secara inklusif di daerah timur Indonesia.

Kegiatan yang digagas PT Garuda Gemah Nusantara melalui Cuwitan Digital bersama Coca-Cola Indonesia ini menyasar talenta muda di tiga kota, yakni Palu, Makassar, dan Manado. Ratusan peserta dari berbagai Sekolah Sepak Bola dan SMA di Sulawesi Selatan ambil bagian dalam ajang yang menjadi ruang pembinaan sekaligus kompetisi bagi pemain berusia 15 hingga 18 tahun. Festival berlangsung di Lapangan Bola Telkom Makassar pada 21 hingga 23 Mei 2026.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menekankan bahwa pengembangan sepak bola nasional membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari federasi, pemerintah, hingga swasta dan komunitas akar rumput. Menurutnya, pembinaan usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pemain, tetapi juga membangun karakter seperti disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.

“Kami apresiasi keterlibatan Coca-Cola Indonesia dan Cuwitan Digital yang menghadirkan wadah edukatif bagi generasi muda,” tuturnya.

Pelatih sepak bola Indonesia, Fabio Oliveira, menilai ajang seperti Festival Sepak Bola Rakyat membuka peluang besar bagi pemain muda daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional. Rangkaian festival sebelumnya digelar di Labuan Bajo pada Desember 2025 dan berlanjut di Palu pada April 2026.

“Setelah Makassar, kegiatan akan mencapai puncaknya di Manado pada 25-27 Juni 2026 mendatang,” ucapnya.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap semakin banyak talenta muda dari daerah yang mendapatkan kesempatan berkembang dan menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia. Direktur PT Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi, menyebut Festival Sepak Bola Rakyat menjadi bagian dari visi membangun sepak bola yang berkelanjutan dan terbuka bagi semua kalangan.

“Ini bukan sekadar turnamen, tetapi panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Kami ingin talenta-talenta muda memiliki ruang berkembang, baik di lapangan maupun di ranah digital,” ujarnya.

Sebelumnya, festival serupa telah melibatkan 675 peserta dari 32 SSB di Labuan Bajo, Jakarta, dan Palu. Di Makassar, kegiatan ini diikuti sekitar 670 pemain muda yang berasal dari 32 SSB dan SMA. Berbagai agenda digelar selama festival berlangsung, mulai dari coaching clinic, pertandingan kompetitif, hingga sesi pengembangan keterampilan sepak bola.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pencarian bibit-bibit muda potensial dari daerah. Tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal melalui bazaar makanan dan minuman di area kegiatan. Kehadiran bazaar diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menambah semarak acara.

Festival juga menghadirkan program digital melalui Podcast “Nobar (Ngobrol Bola Ramean) bersama Coca-Cola” yang menghadirkan figur sepak bola nasional. Diskusi tersebut memberikan kesempatan bagi penggemar sepak bola untuk lebih dekat dengan para tokoh olahraga.

Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan sepak bola memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat lintas komunitas.

“Kami ingin membawa semangat sepak bola lebih dekat ke masyarakat sekaligus menciptakan ruang positif bagi generasi muda,” katanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar