RIYADH - Kilang minyak Aramco di Ras Tanura, Arab Saudi, kembali jadi sasaran. Kali ini, serangan terjadi Rabu (4/3/2026). Padahal, baru dua hari sebelumnya, Senin, fasilitas yang sama sudah diserang dan dilalap api.
Menurut laporan Reuters yang mengutip dua pejabat Saudi, kilang itu dihantam rudal dari sumber yang belum jelas asalnya. Situasinya makin tegang.
Dari pihak militer Saudi, juru bicara Kementerian Pertahanan Turki Al Maliki mengonfirmasi serangan itu. Menurutnya, pecahan drone jatuh di area kilang Aramco di Ras Tanura.
Namun begitu, ada kabar yang sedikit meredakan. Serangan kali ini disebut-sebut tidak menimbulkan kerusakan berarti pada fasilitas vital tersebut.
Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Arab Saudi yang beredar di media sosial X menyebutkan, "Berdasarkan pemeriksaan sementara, serangan terhadap kilang dilakukan menggunakan UAV (pesawat tanpa awak) dan tidak menyebabkan kerusakan."
Ini bukan insiden biasa. Ras Tanura bukan sembarang kilang. Ia adalah salah satu pusat pemrosesan minyak terbesar di dunia, jantungnya industri energi Saudi. Serangan beruntun ini jelas mengirim pesan yang kuat, di tengah lanskap geopolitik kawasan yang sudah panas.
Artikel Terkait
UTBK SNBT 2026 di UI Lancar, Panitia Tegaskan Mekanisme Nilai Tertutup Celah Mahasiswa Titipan
Pengawasan Ketat UTBK SNBT 2026 di UI, Termasuk Pemeriksaan Hijab untuk Cegah Kecurangan
BNI Dampingi 430 Perempuan Pengrajin Lontar di Flores Timur Tingkatkan Kesejahteraan
Harga Minyakita Melonjak, Dampak Kenaikan Menyebar ke 207 Kabupaten/Kota