ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

- Selasa, 03 Maret 2026 | 18:55 WIB
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Menyongsong Lebaran 2026, arus mudik diprediksi bakal lebih padat lagi. Nah, PT ASDP Indonesia Ferry sudah mengangkat tangan, siap mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mengamankan gelombang perjalanan ini. Fokus utama, tentu saja, ada di dua lintasan yang selalu jadi urat nadi: Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Menurut Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Darat, mereka sudah duduk bersama dengan berbagai pihak untuk menyusun strategi. Intinya, pembagian peran pelabuhan. Tujuannya jelas: mengurai kemacetan yang biasanya membludak di titik-titik utama seperti Merak atau Bakauheni. Caranya? Dengan mengelompokkan kendaraan dan menyebarnya ke beberapa pelabuhan lain, mulai dari Jangkar, Padang Bai, sampai Lembar. Harapannya, penumpukan bisa diantisipasi dari hulu.

Nah, detail teknisnya sudah keluar lewat SKB 5 Februari lalu. Untuk arus mudik 13-20 Maret, aturannya begini: Penumpang jalan kaki dan kendaraan besar seperti bus dan truk trailer tetap lewat Merak. Sementara kendaraan ringan macam mobil pribadi dan pick-up diarahkan ke Ciwandan. Truk-truk berat lainnya dialihkan ke BBJ Bojonegara atau zona penyangga. Skema serupa, dengan penyesuaian, bakal diterapkan saat arus balik nanti.

Giliran di Selat Bali, layanan di Ketapang-Gilimanuk pada rentang 13-29 Maret akan diprioritaskan untuk penumpang dan kendaraan pribadi. Truk barang dialihkan ke dermaga lain seperti LCM dan Bulusan. Mereka juga menyiapkan rute alternatif, misalnya Tanjung Wangi-Gilimas, buat menjaga pasokan logistik ke NTB tetap jalan.

Perlu diingat, ada jeda operasional karena Hari Raya Nyepi. Beberapa pelabuhan akan tutup sementara pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi, para pemudik perlu betul-betul memperhatikan jadwal ini.

Soal antisipasi kemacetan, ASDP punya jurus delaying system. Intinya, kendaraan akan ditahan dulu di buffer zone atau ruas tol tertentu sebelum masuk pelabuhan. Mereka juga membatasi radius pembelian tiket secara ketat, misalnya hanya dalam radius sekitar 5 km dari Pelabuhan Merak. Ini untuk mencegah kerumunan dan kekacauan di area pelabuhan.

Dari sisi armada, Heru Widodo, Dirut ASDP, menjamin kesiapan penuh. "Kami akan kerahkan 28 sampai 33 kapal per hari di Merak-Bakauheni," katanya. Lintasan lain juga ditambah. Tak cuma kapal, layanan pendukung seperti pusat kendali 24 jam, toilet portable, hingga penerangan pelabuhan ditingkatkan.

"Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,"

tegas Heru dalam rilis tertulisnya, Selasa (3/3).

Yang menarik, ada stimulus diskon juga. Pemerintah menggratiskan tarif jasa pelabuhan di 14 lokasi. Potongannya bisa mencapai rata-rata 21,9% dari total biaya penyeberangan. Diskon ini berlaku untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan tertentu, baik di layanan reguler maupun express. Ada juga kebijakan tarif tunggal di jam-jam puncak untuk meratakan distribusi.

Dengan segala persiapan ini, ASDP memproyeksikan kenaikan jumlah pemudik. Mereka memperkirakan sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan akan menyeberang. Angkanya naik hampir 10% dari tahun sebelumnya. Optimisme tetap digaungkan: mobilitas masyarakat dan rantai logistik diharapkan bisa berjalan lancar, meski tekanan di lapangan pasti tidak mudah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar