Kronologi Lengkap Pembunuhan Mahasiswa oleh Teman Sendiri di Deli Serdang

- Rabu, 19 November 2025 | 23:40 WIB
Kronologi Lengkap Pembunuhan Mahasiswa oleh Teman Sendiri di Deli Serdang
Mahasiswa Dibunuh Saat Tidur oleh Teman Sendiri di Deli Serdang - Kronologi Lengkap

Mahasiswa Dibunuh Saat Tidur oleh Teman Sendiri di Deli Serdang - Kronologi Lengkap

Deli Serdang, Sumatera Utara – Seorang mahasiswa berusia 18 tahun, Bonio Gajah, tewas dibunuh dengan cara yang tragis oleh teman dekatnya sendiri, SYA (19). Insiden berdarah ini terjadi di dalam rumah korban di Dusun IV, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, ketika korban sedang terlelap tidur.

Kronologi Pembunuhan Berencana

Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, tragedi ini berawal pada sore hari, 13 November. Tersangka SYA mendatangi rumah korban dan mengajaknya bermain biliar di sekitar lokasi.

Sebelum menuju tempat bermain, keduanya terlebih dahulu mengunjungi rumah pelaku untuk meminta izin agar SYA bisa menginap di rumah Bonio. Namun, dalam perjalanan, mereka menyempatkan diri membeli narkotika jenis ganja seharga Rp 10.000.

Momen Kritis Setelah Konsumsi Ganja

Setelah tiba di rumah korban, Bonio dan SYA mengonsumsi ganja yang mereka beli bersama. Tak lama kemudian, mereka pun beristirahat. Pada pukul 00.30 WIB, saat Bonio sudah tertidur lelap, SYA mengambil dua alat mematikan dari dapur rumah korban: sebuah linggis dan pisau.

Dengan kedua alat tersebut, SYA kemudian mengakhiri nyawa Bonio dengan sadis. Motif pembunuhan ini diduga kuat adalah perampokan, di mana pelaku mengambil sejumlah harta milik korban.

Jenazah Ditemukan oleh Keluarga

Kakak korban lah yang menemukan kondisi mengenaskan Bonio pada Jumat (14/11) malam. Polisi kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan SYA sebagai tersangka utama.

Tindakan Tegas Polisi terhadap Peredaran Narkoba

Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi lokasi peredaran ganja yang dikonsumsi korban dan pelaku. Kapolsek Patumbak telah diperintahkan untuk menindak tegas baik pengedar maupun bandar narkoba di titik tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya laten narkoba dan pentingnya kehati-hatian dalam pergaulan. Hubungan pertemanan yang dianggap dekat ternyata berakhir pada pengkhianatan paling kejam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar