Poin pentingnya adalah ini: Iran sudah diembargo Barat selama hampir setengah abad. Hampir 47 tahun. Akibatnya, sangat sedikit pihak yang benar-benar memahami kekuatan militernya. Padahal, biasanya kita menilai kekuatan militer sebuah negara dari manifest pembelian senjatanya berapa banyak pesawat tempur, kapal perang, dan sejenisnya. Iran, karena embargo, tidak punya data manifest yang bisa dilacak seperti itu.
"Ternyata, Iran berhasil membuat sendiri seluruh persenjataannya. Kalaupun mereka punya senjata-senjata militer, mereka berusaha memodifikasi sesuai kemampuannya," jelas Islah.
Dan satu hal lagi: Iran adalah negara yang betul-betul berdaya secara keilmuan. Inilah yang membuat berbagai analisis kemudian meleset. Kita semua keliru menilai Iran.
Di sisi lain, faktor ideologi juga tak kalah kuat. Sejak revolusi, Iran diisi oleh orang-orang yang solid dalam satu barisan ideologi. Heterogenitas dalam kesatuan itu, ditambah dengan tradisi keilmuwan bangsa Persia yang sudah berusia ribuan tahun dari kedokteran, botani, hingga astronomi menciptakan fondasi yang kokoh. Mereka punya kemampuan genetik di bidang keilmuan yang luar biasa, tegas Islah.
Hari ini, buktinya nyata. Iran sanggup memproduksi dan mereproduksi persenjataan mutakhir hasil pengembangan sendiri.
"Kita tahu rudal balistik Iran ternyata bisa sampai 15 Mach speed. Artinya, ini adalah peluru kendali hipersonik yang jangkauannya mencapai 2.000 kilometer. Senjata-senjata mereka ternyata betul-betul berakselerasi, mengimbangi teknologi perang di seluruh dunia," papar Islah.
Fakta-fakta itulah yang selama ini luput dari perhitungan banyak pihak.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun