Impian Aaron Wan-Bissaka untuk berlaga di Piala Dunia akhirnya terwujud. Setelah lama menanti panggilan yang tak kunjung datang dari Inggris, bek kanan itu memutuskan untuk membela tanah leluhurnya, Kongo. Dan pilihannya berbuah manis. Bersama The Leopards, ia berhasil membukukan tiket ke Piala Dunia 2026 sebuah pencapaian bersejarah bagi negara tersebut.
Tapi, euforia itu tak berlangsung lama. Justru, masalah mulai berdatangan.
Begitu sukses lolos, pemerintah Kongo berencana menggelar pesta besar-besaran. Sebuah perayaan nasional, tentu saja. Semua pemain diminta pulang untuk ikut serta dalam acara itu. Nah, di sinilah persoalannya mulai rumit.
Menurut aturan FIFA yang berlaku, seorang pemain wajib kembali ke klubnya maksimal 48 jam sebelum pertandingan liga dimulai. Klub Wan-Bissaka, West Ham United, punya jadwal laga penting melawan Leeds United di Piala FA pada Minggu, 5 April 2026. Artinya, dia harus sudah mendarat di London paling lambat Jumat malam.
Nyatanya? Dia terlambat.
Akibatnya, namanya sama sekali tidak masuk dalam daftar susunan pemain untuk laga tersebut. West Ham, yang kemudian kalah lewat adu penalti, tentu saja kesal. Kekalahan itu makin menyulut emosi manajemen klub.
Kini, kabarnya The Hammers sedang mempertimbangkan langkah serius. Mereka dikabarkan akan melaporkan kasus ini ke FIFA dan menuntut kompensasi atas ketidakhadiran Wan-Bissaka. Bukan cuma federasi Kongo yang bisa kena getahnya, pemainnya sendiri juga terancam.
Bisa saja klub memberikan sanksi internal kepadanya, mungkin berupa denda atau pembekuan. Situasi yang cukup ironis, bukan? Baru saja menjadi pahlawan nasional, eh malah berhadapan dengan masalah disiplin di klub.
Jadi, di satu sisi ada kebanggaan tak terkira karena membawa negara ke panggung dunia. Di sisi lain, ada ancaman hukuman yang mengintai di London. Memang, jalan menuju puncak tak selalu mulus. Kisah Wan-Bissaka ini adalah buktinya. Kita tinggal menunggu, bagaimana akhir dari drama yang satu ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Istana Elysee, Disambut Menteri Pertahanan Prancis
Soulyu Luncurkan Cloud Hydrating Matte Cushion, Padukan Bahan Alami Indonesia dengan Teknologi Tahan 12 Jam
Kementerian PKP Serap 13,4 Persen Anggaran hingga Akhir Mei, 83 Persen untuk Program Rumah Swadaya
ERT NHM Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, Tiga Pendaki Dinyatakan Meninggal