Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sedikit bocoran soal waktu pelantikan Wakil Menteri Keuangan yang baru. Menurutnya, pengganti Thomas Djiwandono itu diperkirakan akan dilantik pada Februari 2026.
"Saya dengar Februari lah," ujar Purbaya, Rabu (28/1/2026), usai menghadiri acara di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Informasi ini ia dapat dari sumber internal, katanya.
Tapi, jangan tanya detailnya lebih lanjut. Purbaya sendiri mengaku belum tahu pasti apakah pelantikan akan digelar di awal atau akhir bulan. Ia malah menyuruh awak media yang penasaran untuk bertanya langsung ke pihak Istana.
"Enggak tahu. Tanya dalam aja yang mau tahu bocorannya," ucapnya dengan ringan.
Meski begitu, satu hal ia tegaskan: keputusan soal siapa dan kapan wamenkeu dilantik sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Titik.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden akan melakukan kajian dulu. Pertimbangan Menkeu Purbaya juga akan diminta sebelum nama calon diputuskan.
Isu pun berembus. Nama mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, ramai disebut sebagai salah satu kandidat kuat. Istana sendiri sudah merespons kabar ini.
Menanggapi dinamika itu, Purbaya bilang situasinya masih cair. "Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya," jelasnya.
Ia menambahkan, "Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan presiden."
Dari informasi yang sampai ke meja kerjanya, kandidat pengganti Thomas cuma satu orang. Tapi ya, itu bisa berubah kapan saja.
Purbaya juga membenarkan pertemuannya dengan Juda Agung sekitar seminggu yang lalu. Mereka bertemu di Kantor Kemenkeu dan ngobrol panjang lebar soal kondisi ekonomi.
"Diskusi sama si dia begini begini begini. Ya udah bagus saya bilang. Menyamakan pandangan ekonomi fiskal seperti apa, moneter seperti apa," cerita Purbaya tentang pertemuan itu.
Lalu, apakah pertemuan itu bentuk permohonan restu Juda? Purbaya cuma tertawa dan berseloroh.
"Enggak tahu, ngajak ketemu aja. Itu saya saya kan di kantor, saya pikir dia ngajak makan di luar supaya saya bisa dapat makan enak gratis," katanya sambil berkelakar.
Jadi, semua mata kini tertuju ke Istana. Kita tunggu saja keputusan akhir dari Presiden.
Artikel Terkait
Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan ke Pemerintah dan BI di Tengah Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Thailand U-19 Kalah 0-2 dari Australia di Final Piala AFF, Pelatih Justru Bangga
Kemendikdasmen Revitalisasi 16.167 Sekolah hingga 2025, Tahun Ini Target Rampung Sambut Tahun Ajaran Baru
Trump Rayakan Ultah ke-80 di Gedung Putih dengan Gelaran UFC Mewah Berbiaya 60 Juta Dolar