Tragedi Alvaro Berakhir di Bawah Jembatan Cilalay

- Rabu, 26 November 2025 | 15:54 WIB
Tragedi Alvaro Berakhir di Bawah Jembatan Cilalay

Pencarian tulang belulang Alvaro Kiano Nugroho akhirnya berakhir, Rabu (26/11) siang itu. Lokasinya di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor. Operasi yang berlangsung sekitar tiga jam itu melibatkan tim gabungan.

Mereka menyisir setiap sudut, bahkan yang tersembunyi sekalipun. Anjing pelacak K-9 turut dikerahkan, sementara petugas dengan teliti membersihkan semak dan tumpukan sampah yang berserakan. Tak hanya sekali, polisi menemukan sejumlah tulang yang diduga kuat merupakan bagian dari sisa jasad Alvaro.

Di sisi lain, aksi pencarian ini memancing perhatian warga. Banyak yang berkerumun di sekitar lokasi, menyaksikan dari balik pembatas. Suasana tampak mencekam.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, memberikan konfirmasinya.

"Dari hasil pencarian hari ini, kita mulai jam 12 siang sampai sekarang, ada beberapa yang kita temukan," ujarnya.

Tulang-belulang yang berhasil dikumpulkan rencananya akan segera dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Di sanalah pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan semuanya.

Kisah pilu Alvaro bermula delapan bulan silam, tepatnya Maret 2025. Bocah enam tahun itu hilang tak berjejak usai menunaikan salat di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Masjid itu letaknya tak jauh dari rumahnya.

Setelah melalui pencarian panjang, nasib malang akhirnya menemuinya. Alvaro ditemukan tewas dalam kondisi tinggal kerangka di lokasi yang sama. Yang membuatnya semakin menyayat hati, pelaku penculikan dan pembunuhan itu bukanlah orang lain, melainkan Alex Iskandar, ayah tirinya sendiri.

Motifnya? Balas dendam. Alex disebut mendendam pada istrinya, Arum, yang tak lain adalah ibu kandung Alvaro. Dendam itulah yang mendorongnya melakukan tindakan tak terpuji.

Namun begitu, cerita tak berhenti di situ. Tak lama setelah ditangkap dan menjalani pemeriksaan, Alex memilih mengakhiri hidupnya. Ia bunuh diri dengan cara gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Sebuah akhir yang tragis dan meninggalkan duka yang dalam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar