Gencatan Senjata Lebanon-Israel Berlaku, Tembakan Masih Terdengar di Selatan

- Jumat, 17 April 2026 | 05:35 WIB
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Berlaku, Tembakan Masih Terdengar di Selatan
Gencatan Senjata Lebanon-Israel

Gencatan Senjata 10 Hari Berlaku, Tembakan Masih Terdengar

Resmi sudah, gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku. Tapi jangan bayangkan suasana hening langsung tercipta. Faktanya, belum genap satu jam kesepakatan itu dijalankan, dentuman artileri Israel sudah kembali menggema di wilayah selatan Lebanon.

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan terjadi tak lama setelah tengah malam waktu setempat. Sasaran tembakan adalah kota Khiam dan Dibbine. Bukan cuma itu, operasi penyapuan dengan senapan mesin juga disebut-sebut terjadi di area yang sama. Situasi makin mencekam dengan laporan aktivitas intensif pesawat pengintai Israel di atas kawasan Lembah Bekaa barat, tepatnya di Rashaya dan lereng Jabal al-Sheikh.

Di sisi lain, suasana di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Di pinggiran selatan Beirut, benteng kuat Hizbullah, justru ramai oleh warga yang kembali. Rekaman AFPTV menangkap pemandangan itu. Beberapa orang terlihat mengibarkan bendera kuning milik gerakan yang didukung Iran itu, atau membawa potret mendiang pemimpin mereka, Hassan Nasrallah.

“Kami dengar suara tembakan dan ledakan RPG tak lama setelah tengah malam,” kata seorang jurnalis AFP di lokasi. Ia menambahkan, suara itu terus berlanjut lebih dari setengah jam. Jejak peluru merah pun terlihat membubung ke langit malam.

Di media sosial, beredar video antrean mobil di beberapa titik di selatan. Rupanya, banyak pengungsi yang memutuskan pulang ke rumah mereka saat kabar gencatan senjata tersiar. Padahal, perang ini telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka.

Namun begitu, Hizbullah sendiri sebelumnya sudah mengimbau warganya untuk bersabar. Sehari sebelumnya, tepatnya Kamis, mereka menyerukan agar penduduk menunda dulu kepulangan ke selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran Beirut. Alasannya sederhana: tunggu sampai situasi benar-benar jelas.

Imbauan serupa datang dari Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan mereka. Dalam pernyataannya, mereka menyarankan masyarakat menunggu hingga yakin gencatan senjata benar-benar diumumkan dan berlaku. “Lebih baik tunggu sampai pagi,” begitu pesannya, sambil mengingatkan untuk waspada pada amunisi yang belum meledak dan benda-benda mencurigakan di jalan.

Memang, dalam satu jam pertama setelah gencatan senjata, tidak ada laporan serangan udara Israel. Tapi media pemerintah Lebanon bersikukuh dengan laporannya. Mereka menyebut, meski sudah lewat setengah jam, artileri Israel masih saja menembaki Khiam dan Debbine. Operasi penyisiran dengan senapan mesin di daerah itu juga disebut masih berlangsung.

Jadi, gencatan senjata memang sudah diumumkan. Tapi di tanah selatan Lebanon, ketegangan sepertinya belum juga reda. Kedua pihak masih saling mengawasi, sementara warga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap mengungsi atau mengambil risiko pulang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar