Tekanan itu langsung dirasakan pelaku industri. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) sudah angkat bicara. Mereka mendesak pemerintah agar segera menyesuaikan tarif, baik melalui komponen fuel surcharge maupun Tarif Batas Atas (TBA). Bagi mereka, ini soal keberlangsungan operasional.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menjelaskan posisi mereka.
"Dengan kenaikan avtur yang signifikan, kami mendesak pemerintah segera menyesuaikan fuel surcharge dan TBA agar maskapai tetap bisa beroperasi secara berkelanjutan," tegas Denon.
Kembali ke Safei, dia juga menyelipkan pesan untuk masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif, penting membangun kesadaran kolektif. Kadang, menurutnya, reaksi masyarakat terhadap kenaikan biaya transportasi terlihat tidak proporsional.
"Kadang masyarakat mampu membeli barang mewah, tapi ketika ada kenaikan kecil pada biaya transportasi, reaksinya sangat besar. Kesadaran seperti ini yang juga perlu dibangun," tuturnya.
Di akhir, Safei menegaskan komitmen pemerintah. Pemerintah, katanya, akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menjaga stabilitas tarif. Tapi semua kebijakan tentu harus diambil dengan kepala dingin, mempertimbangkan kondisi global yang bergejolak dan kesehatan anggaran negara.
Artikel Terkait
FWP Polda Metro Jaya Ajak Anak Panti Asuhan Bermain di Senayan Park
Anggota DPR Desak Percepat Elektrifikasi untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi
Investor Jalan Tol Lebih Hati-hati, Fokus pada Pembagian Risiko
Kuota Puncak Monas Habis, Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Saat Libur Panjang