Anggota DPR Desak Percepat Elektrifikasi untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi

- Jumat, 03 April 2026 | 18:50 WIB
Anggota DPR Desak Percepat Elektrifikasi untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Di tengah gejolak global yang tak kunjung reda, termasuk konflik di Timur Tengah, desakan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia semakin keras. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyoroti hal ini. Baginya, momen sekarang adalah alarm yang nyaring. Indonesia harus segera membangun kemandirian energinya, dan kuncinya ada pada pemanfaatan listrik dalam negeri.

“Kondisi saat ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik, terutama ketenagalistrikan,” tegas Sugeng dalam sebuah rapat sektor ketenagalistrikan di Gedung DPR RI, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, ketidakstabilan pasokan dan harga energi dunia adalah risiko nyata yang harus diantisipasi. Lalu, bagaimana caranya? Sugeng punya dua usulan konkret: mendorong elektrifikasi kendaraan dan menggalakkan penggunaan kompor listrik di rumah tangga.

Soal kendaraan listrik, ia melihat ini sebagai langkah strategis. Intinya, mengalihkan konsumsi energi transportasi dari BBM fosil yang rentan fluktuasi ke listrik yang sumbernya bisa dikelola di dalam negeri.

“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, konsumsi energi dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri,” jelasnya.

Angka-angka subsidi energi belakangan ini memang bikin merinding. Coba lihat: dari Rp95,7 triliun di 2020, melonjak jadi Rp159,6 triliun pada 2023. Tak berhenti di situ, tahun 2024 angkanya mencapai Rp203,4 triliun, dengan porsi besar untuk BBM dan LPG. Bahkan untuk 2025, total anggarannya membengkak hingga Rp394,3 triliun. Rencana untuk 2026 pun masih besar, sekitar Rp210 triliun, dengan fokus yang masih sama. Beban anggaran ini jelas tak bisa dipandang sebelah mata.

Nah, di sisi lain, Sugeng juga mendorong konversi kompor gas ke listrik. Ide ini terdengar sederhana, tapi dampaknya bisa signifikan.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar