Penyelesaian Sampah Tangsel Jangan Tunggu Ben-Pilar Masuk Bui
Masalah sampah di Tangerang Selatan makin runyam. Setelah TPA Cipeucang ditutup, kota ini seperti kehilangan arah. Sampah yang mencapai 1200 ton per hari itu terus ditolak ke sana kemari, bingung mencari tempat pembuangan.
Inisiator Moonpala Foundation, Arizal Maulana, tak bisa menutupi kekhawatirannya. Dalam siaran pers Senin lalu, ia mendesak Pemkot Tangsel untuk benar-benar serius menggarap program TPS3R.
"Pasca TPA Cipeucang ditutup, sampah kita yang sehari bisa sampai 1200 ton ditolak di mana-mana," ujar Rizal, panggilan akrabnya.
Mulai dari TPAS Cilowong di Serang yang ditolak warga, lalu pindah ke TPAS Aspex Kumbang di Cileungsi yang juga ditolak DLH Bogor. "Kini sampah kita dibuang ke TPAS Lulut Nambo Bogor. Bukan tidak mungkin nanti ditolak lagi," lanjutnya.
Padahal, seharusnya TPS3R bisa jadi solusi. Kenyataannya? Program itu masih terbelit mekanisme Musrenbang yang berbelit. Rizal merasa pengkondisian lapangan dan konsep terpadu harusnya lebih diutamakan daripada sekadar menunggu proses birokrasi.
"Kalau menunggu Musrenbang berarti masih lama kan. Seharusnya dimaksimalkan dulu 40-an TPS3R yang sudah ada," tegasnya.
Sayangnya, di lapangan, banyak TPS3R yang mati suri. Bahkan, ada penolakan terhadap konsep ini. Menurut Rizal, ini terjadi karena sosialisasi yang kurang. Masyarakat tidak paham, akhirnya tidak peduli. "Jangan disalahkan masyarakat," ingatnya.
Artikel Terkait
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie
Imbang 3-3, PSM Makassar Tersendat di Posisi 13 Liga 1
Malut United dan PSM Makassar Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Penuh VAR
Nadiem Tegaskan Tak Beri Arahan Wajibkan Chromebook dalam Sidang Korupsi