Direktorat Jenderal Imigrasi mendeportasi seorang warga negara Amerika Serikat berinisial AW yang merupakan buronan kasus pelecehan seksual di negara asalnya. Tindakan deportasi itu dilakukan pada Kamis pekan lalu, sebagaimana dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko di Jakarta, Minggu. “Kamis, yang bersangkutan sudah dideportasi. Karena tindak pidananya dilakukan di AS dan akan diproses hukum di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap YK, seorang pria berusia 52 tahun yang diduga menjadi penyalur senjata api dan amunisi kepada jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Penangkapan terjadi pada Sabtu sekitar pukul 13.16 WIT di kawasan Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua. Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo di Jayapura, Minggu, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah personel memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka di lokasi tersebut.
Di Semarang, Kantor Imigrasi setempat menangkap empat warga negara Tiongkok yang diduga merupakan anggota sindikat penipuan daring jaringan internasional. Mereka diamankan di sebuah rumah di kawasan Puri Anjasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kepala Imigrasi Semarang Ari Widodo mengungkapkan bahwa penangkapan pada Kamis pekan lalu itu merupakan hasil penyelidikan yang berlangsung selama dua pekan. “Dari hasil observasi dan pendalaman lapangan, petugas menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang dilakukan sejumlah warga negara asing di sebuah rumah yang berlokasi di Perumahan Puri Eksekutif, Semarang Barat,” katanya.
Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungannya terhadap penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Minggu, menyampaikan keprihatinan partainya. “Kami sangat-sangat prihatin dan kami memberikan dukungan terhadap seluruh upaya penegakan hukum,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi aktivis setelah pensiun dari jabatannya. Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu. Menurut Sigit, ia ingin mengisi kekosongan aktivis yang kini banyak mengampu jabatan di pemerintahan. “Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?” katanya, yang disambut tepuk tangan para buruh peserta kongres.
Artikel Terkait
Australia Alokasikan Rp145 Miliar untuk Pendidikan Bahasa Indonesia, Anggota Parlemen Serukan Oke Gas
Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel sebagai Balasan atas Serangan di Beirut
Gempa M 7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah Indonesia
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sejumlah Dubes Negara Sahabat di Istana