Siswa Korban Perundungan Curhat ke Presiden Prabowo: Nyaris Putus Asa, Kini Jadi Aktivis Anti-Bullying

- Senin, 08 Juni 2026 | 06:35 WIB
Siswa Korban Perundungan Curhat ke Presiden Prabowo: Nyaris Putus Asa, Kini Jadi Aktivis Anti-Bullying

Sebuah momen mengharukan terjadi di tengah kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali. Di hadapan kepala negara, seorang siswa mengaku pernah menjadi korban perundungan dan nyaris putus asa. Pengakuan itu disampaikan secara langsung saat Presiden meninjau fasilitas sekolah dan proses penjangkauan murid baru pada Minggu, 7 Juni 2026.

Gede Bagus Abimanyu, siswa yang menjadi korban perundungan, menceritakan pengalaman pahitnya kepada Presiden Prabowo. Ia mengaku kerap diejek oleh teman-temannya karena kepribadiannya yang pendiam dan kurang suka bergaul. “Saya sering mendapatkan ejekan dari teman-teman karena saya dulu anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman,” ujar Bagus.

Perundungan yang dialaminya bahkan membuat Bagus sempat putus asa dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Namun, dukungan dari sang ibu menjadi titik balik yang mengembalikan semangat belajarnya. “Dulu saya pernah hampir sampai putus asa dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Tapi ibu saya memberikan saya dukungan sampai saya memiliki kembali semangat saya untuk belajar,” katanya.

Sejak bergabung dengan SRMP 17, Bagus perlahan mulai melawan rasa trauma yang membebaninya. Ia berkenalan dengan teman-teman baru dan kini dipercaya menjadi anggota organisasi sekolah Anti-Bullying. “Saya harap dengan gelar ini saya dapat untuk mencegah bullying di sekolah ini, dan kita, dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga menyampaikan pesan yang mendalam. “Saya ingin menyampaikan bahwa sehancur-hancurnya anak itu, jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali,” lanjutnya.

Di akhir perbincangan, Bagus menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program Sekolah Rakyat yang dinilainya sangat membantu keluarganya. “Kepada Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami jadi saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar