Bisnis jalan tol masih terlihat seksi bagi para investor. Tapi, jangan salah, suasana hatinya sekarang beda. Mereka tak lagi buru-buru. Yang terjadi justru banyak yang memilih untuk wait and see, menimbang-nimbang dengan sangat hati-hati antara risiko dan potensi cuannya.
Menurut Willan Oktavian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), minat itu memang masih ada, terutama untuk sejumlah proyek di Pulau Jawa. Beberapa masih dalam tahap pengajuan, sementara yang lain menunggu giliran untuk ditenderkan.
"Kalau dilihat sekarang, tol Puncak masih ada yang mengajukan prakarsa," ujarnya.
"Kemudian ruas Sentul–Karawang juga dalam waktu dekat akan ditenderkan. Kita akan lihat nanti peminatnya seperti apa," tambah Willan saat berbincang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis lalu.
Di sisi lain, proyek-proyek strategis lain seperti ruas Cilacap, Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), dan Gilimanuk–Mengwi juga tetap menunggu dan disebutkannya masih menarik perhatian pasar.
Namun begitu, Willan mengakui ada perubahan sikap. Investor kini jauh lebih kalkulatif. Agresivitas dulu seolah menguap. Yang jadi pertimbangan utama sekarang adalah soal pembagian risiko. Mereka ingin tahu persis, mana yang mau ditanggung pemerintah dan mana yang harus dipikul badan usaha.
"Dari informasi yang kami dapat, peminat masih cukup banyak. Tapi memang mereka melihat dulu, kira-kira risiko apa yang bisa di-cover oleh pemerintah," katanya menerangkan.
Artikel Terkait
Ribuan Umat Padati Gereja Katedral Jakarta untuk Ibadah Jumat Agung
FWP Polda Metro Jaya Ajak Anak Panti Asuhan Bermain di Senayan Park
Anggota DPR Desak Percepat Elektrifikasi untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi
Kuota Puncak Monas Habis, Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Saat Libur Panjang