Meta Siapkan Liontin AI untuk Uji Coba Tahun Depan, Targetkan Perbaikan Kinerja Reality Labs

- Minggu, 31 Mei 2026 | 08:15 WIB
Meta Siapkan Liontin AI untuk Uji Coba Tahun Depan, Targetkan Perbaikan Kinerja Reality Labs

Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, dikabarkan tengah mengembangkan liontin bertenaga kecerdasan buatan yang dijadwalkan mulai menjalani uji coba pada tahun depan. Rencana ini terungkap melalui memo internal yang dilihat oleh media teknologi The Information, seperti dikutip dalam laporan TechCrunch pada Sabtu (30/5).

Liontin tersebut kemungkinan besar akan dibangun berdasarkan teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Limitless, sebuah perusahaan rintisan perangkat AI yang diakuisisi Meta pada akhir 2025. Limitless sendiri dikenal sebagai pengembang liontin AI yang dapat dipasang pada pakaian atau dikenakan sebagai kalung, dengan fungsi utama merekam percakapan pengguna.

Saat mengumumkan akuisisi Limitless, Meta menyatakan bahwa langkah tersebut akan mempercepat proses pengembangan perangkat wearable berbasis AI. Hingga saat ini, perusahaan belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana peluncuran liontin pintar tersebut.

Di sisi lain, Meta tidak hanya berfokus pada liontin. Perusahaan juga berencana memperluas lini kacamata pintar berbasis AI yang sudah ada, serta meluncurkan layanan berlangganan untuk segmen bisnis dengan tajuk “Wearables for Work.” Langkah ini menunjukkan ambisi Meta untuk memperkuat posisinya di pasar perangkat yang dapat dikenakan.

Seluruh rangkaian produk yang direncanakan ini diharapkan dapat membalikkan kinerja Reality Labs, divisi Meta yang khusus menangani perangkat keras dan teknologi imersif. Reality Labs tercatat mengalami kerugian sekitar empat miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun 2026, menjadikan inovasi wearable sebagai salah satu harapan untuk memperbaiki kondisi finansial divisi tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar