Performa PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) sepanjang 2025 benar-benar mengejutkan. Bagaimana tidak? Emiten teknologi ini berhasil membalikkan keadaan, dari sebelumnya merugi menjadi mencetak laba bersih yang melonjak fantastis sekitar 4.768 persen! Ekspansi besar-besaran di bisnis digital mereka rupanya membuahkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi.
Laporan keuangan per akhir Desember 2025 menunjukkan, pendapatan neto perseroan tercatat Rp410,11 miliar. Angka ini memang turun dari tahun sebelumnya yang Rp841,59 miliar. Namun begitu, perubahan ini justru mencerminkan pergeseran fokus bisnis inti Folago yang kini jauh lebih efisien.
Yang luar biasa adalah konversinya menjadi laba. Laba tahun berjalan yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk melesat ke Rp25,30 miliar. Padahal, di periode sama tahun sebelumnya, mereka masih mencatat kerugian Rp541,06 juta. Imbasnya, Laba Per Saham Dasar pun ikut meroket jadi Rp4,60, berbanding terbalik dengan kondisi rugi per saham Rp0,08 di 2024.
Lalu, dari mana sumber pendapatannya? Kunci utamanya ada pada diversifikasi di ekosistem digital. Produk digital menjadi penyumbang terbesar, meraup Rp291,75 miliar atau sekitar 71% dari total pendapatan. Disusul jasa pemasaran digital yang menyetor Rp96,44 miliar. Sementara itu, komisi dan iklan bersama-sama menyumbang Rp18,76 miliar, dan peranti lunak IRS menambahkan Rp3,16 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan berhasil dikendalikan di angka Rp355,88 miliar. Hasilnya, laba bruto perusahaan naik lebih dari 1.000 persen menjadi Rp54,23 miliar. Mereka terlihat cermat mengelola beban usaha, meski beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp18,57 miliar.
Struktur keuangannya pun tampak kokoh. Hingga penutupan tahun 2025, total aset Folago melonjak 115% menjadi Rp360,23 miliar. Pendorong utamanya? Posisi kas yang membengkak sangat signifikan.
Kas dan Bank mereka meledak 3.950 persen menjadi Rp110,15 miliar. Ini sinyal likuiditas yang sangat kuat, modal penting untuk mendanai rencana ekspansi ke depan.
Memang, liabilitas juga naik jadi Rp44,87 miliar, terutama karena utang usaha yang bertambah seiring volume operasi. Tapi, total ekuitas tumbuh hampir 93% menjadi Rp315,36 miliar. Struktur permodalan ini terlihat sehat, dengan rasio utang terhadap ekuitas yang tetap terjaga rendah.
Capaian tahun 2025 ini jelas mengukuhkan Folago sebagai pemain serius di industri digital. Mereka berhasil menyeimbangkan antara pertumbuhan pendapatan yang agresif dan efisiensi yang akhirnya melahirkan profitabilitas tinggi.
Perlu diingat, emiten ini sebelumnya bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk. Akuisisi oleh PT Matra Tri Abadi (MTA) pada Agustus 2025 menjadi titik balik. MTA menjadi pengendali baru dan mengubah nama perusahaan.
Tak berhenti di situ, aksi korporasi dilanjutkan dengan mengakuisisi dua perusahaan milik Baim Wong, yaitu PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong. Langkah ini diambil untuk memperkuat bisnis Multi Channel Networking (MCN) dan digital gift mereka.
Semua perubahan itu, rupanya, membawa angin segar bagi kinerja keuangan Folago.
Artikel Terkait
BRImo Raih Penghargaan Inovasi Digital, Catat 48,43 Juta Pengguna Hingga April 2026
IHSG Ditutup Melemah Tipis, MNC Sekuritas Proyeksikan Koreksi Lanjutan ke Level 5.899
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,799 Juta per Gram pada Perdagangan Hari Ini
Saham Grup Prajogo Mendominasi, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 30 Persen