Libur panjang Paskah Jumat lalu, Monas kembali ramai. Tugu ikonik Jakarta itu memang tak pernah kehilangan pesonanya. Ribuan orang memadati kawasannya, mencari angin dan rehat sejenak dari rutinitas.
Suasana terasa sangat familier. Mayoritas pengunjung datang berombongan, bersama keluarga besar atau pasangan. Di bawah rindangnya pepohonan, banyak yang sudah siap dengan tikar sendiri, menjadikan halaman Monas seperti ruang keluarga besar. Sementara itu, di sekitar tugu, aktivitas berswafoto tak henti-hentinya. Semua ingin mengabadikan momen dengan latar belakang emas yang menyilaukan.
Antrean panjang terlihat di halte kereta wisata. Kereta kecil itu mengantarkan pengunjung dari parkiran IRTI menuju pintu masuk, bolak-balik tanpa jeda. Ramainya benar-benar terasa.
Muhammad Isa Sanuri, Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, membenarkan hal itu. Menurutnya, jumlah pengunjung pada Jumat (3/4/2026) itu cukup signifikan.
"Laporan jumlah kunjungan kawasan Monas, Jumat 3 April 2026, 2.567 orang," katanya, merujuk pada data yang terkumpul hingga sore hari.
Namun begitu, ramainya pengunjung seringkali berbanding lurus dengan kekecewaan sebagian orang. Seperti yang dialami Nina, warga Cikarang berusia 32 tahun. Ia datang bersama rombongan besar sekitar 20 orang, dengan satu harapan: menikmati pemandangan Jakarta dari puncak Monas.
Artikel Terkait
Ribuan Umat Padati Gereja Katedral Jakarta untuk Ibadah Jumat Agung
FWP Polda Metro Jaya Ajak Anak Panti Asuhan Bermain di Senayan Park
Anggota DPR Desak Percepat Elektrifikasi untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi
Investor Jalan Tol Lebih Hati-hati, Fokus pada Pembagian Risiko