Menteri Keuangan Israel yang dikenal beraliran keras, Bezalel Smotrich, memberikan pernyataan mengejutkan. Hamas, kata dia, kemungkinan besar akan segera dihadapkan pada pilihan berat: menyerahkan senjata atau menghadapi konsekuensi. Ancaman itu jelas militer Israel siap menduduki seluruh Gaza jika ultimatum itu diabaikan.
Dalam wawancaranya dengan penyiar publik Kan, Smotrich terlihat percaya diri.
"Kami perkirakan dalam hitungan hari, Hamas akan dapat ultimatum. Isinya jelas: lakukan pelucutan senjata, demiliterisasi total di Gaza," ujarnya.
Lalu, bagaimana jika mereka menolak?
"Kalau tidak patuh, IDF akan dapat legitimasi internasional dan dukungan AS buat bertindak sendiri. Soal persiapan, tentara kami sudah siap dan sedang menyusun rencana-rencana konkret," tambah sang menteri, yang juga duduk di kabinet keamanan Israel yang berwenang menyetujui operasi militer besar.
Memang, situasi di lapangan masih rumit. Gencatan senjata yang difasilitasi Amerika sempat menghentikan pertempuran dua tahun itu, membawa fase tenang sesaat. Pada fase pertama itu, tentara Israel mundur ke belakang Garis Kuning. Tapi kendali atas lebih dari separuh wilayah Gaza ternyata masih di tangan mereka.
Fase kedua, yang resmi dimulai bulan lalu, sebenarnya mengusung rencana penarikan tentara Israel secara bertahap disertai pelucutan senjata Hamas. Namun, kelompok militan itu jelas-jelas menolak mentah-mentah skenario tersebut.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara