MURIANETWORK.COM Dukungan dari Liga Arab akhirnya mengkristal. Mereka mendukung penuh rancangan resolusi yang digagas Bahrain, yang intinya ingin mengamankan situasi di Selat Hormuz yang kian mencekam.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dengan tegas menyatakan sikapnya. Dukungan itu ia sampaikan langsung di depan forum internasional.
“Kami mendukung inisiatif Bahrain untuk mengamankan pengesahan resolusi Dewan Keamanan mengenai masalah ini,”
Begitu penegasan Aboul Gheit. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, sudah memberi sinyal bahwa pemungutan suara di DK PBB bisa dilakukan secepatnya. Tak mau buang waktu.
Kalau nanti disahkan, resolusi itu akan memberi mandat. Negara-negara anggota diperbolehkan mengambil langkah pertahanan yang dianggap perlu. Tujuannya jelas: menjaga keamanan di Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya. Ini semua demi mencegah gangguan lebih lanjut pada jalur pelayaran internasional yang jadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Seruan Keras untuk Iran
Nah, di dalam draf resolusi itu juga ada tuntutan keras. Iran didesak untuk segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di kawasan itu. Banyak yang bilang, upaya ini krusial banget untuk menjaga stabilitas perdagangan global. Apalagi risiko konflik yang lebih luas sudah tercium di udara.
Memang, ketegangan sudah memuncak. Pemicunya adalah serangan AS dan Israel ke target di Iran akhir Februari lalu. Teheran pun tak tinggal diam, mereka balas menyerang. Eskalasi ini bikin suasana makin runyam, bahkan memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Situasinya jadi serius sekali.
Goncangan di Pasar Energi Dunia
Dampaknya langsung terasa hingga ke seluruh dunia, terutama di pasar energi. Selat Hormuz itu kan jalur vital. Sebagian besar minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia harus melewati selat sempit ini.
Gangguan sekecil apapun di sana berimbas besar. Lihat saja, harga energi global langsung melonjak. Kekhawatiran akan krisis pasokan pun mulai menghantui banyak negara. Semua mata sekarang tertuju ke New York, menunggu keputusan Dewan Keamanan.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok