Begitu bunyi keterangan resmi pertama yang dikeluarkan BMKG, lengkap dengan peringatan potensi tsunami. Peringatan itu membuat suasana makin mencekam di pesisir.
Namun begitu, BMKG juga menyisipkan catatan penting. Mereka mengakui bahwa informasi awal yang dirilis mengutamakan kecepatan penyebaran. Maklum, dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan informasi sama vitalnya dengan akurasinya.
“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”
Jelas pernyataan mereka. Artinya, segala parameter mulai dari magnitudo, kedalaman, hingga dampaknya masih mungkin mengalami penyesuaian. Tim di lapangan dan di pusat data terus bekerja. Untuk saat ini, fokus utama adalah memantau perkembangan dan memberi peringatan dini yang diperlukan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi dari saluran resmi.
Artikel Terkait
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026