Sirine meraung di kegelapan dini hari. Militer Israel mengonfirmasi, sistem pertahanan udaranya telah merespons tiga gelombang serangan rudal dari Iran pada Kamis pagi (2/4) waktu setempat. Beberapa orang dilaporkan terluka di sekitar Tel Aviv.
Tak lama setelah gelombang pertama menghantam, kepolisian Israel langsung bergerak. Mereka dikerahkan ke "beberapa" lokasi terdampak di wilayah tengah negara itu, seperti dilaporkan AFP. Media lokal bahkan menyebut ada sembilan titik yang kena imbasnya.
Hanya berselang tiga jam, situasi kembali memanas. Militer Israel kembali mendeteksi rudal-rudal baru yang meluncur dari arah Iran. Sirene peringatan serangan udara pun kembali berbunyi, kali ini membelah keheningan di sebagian besar wilayah utara dan tengah Israel.
Gelombang ketiga datang hampir berbarengan dengan pidato Presiden AS Donald Trump. Dia sedang berbicara kepada publik Amerika mengenai perang melawan Iran.
"Kami hampir menyelesaikan tujuan-tujuan kami," ujar Trump.
Dalam pidatonya itu, dia juga menyebut akan menggencarkan serangan dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Sementara di lapangan, dampak serangan mulai terlihat. Menurut laporan media lokal yang mengutip petugas medis, setidaknya empat orang mengalami luka-luka ringan akibat serangan gelombang pertama. Untuk serangan kedua dan ketiga? Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi soal korban jiwa atau kerusakan yang signifikan. Situasi masih terus dipantau.
Artikel Terkait
Perdebatan di Blok M Berujung Maut, WNA Brunei Tewas Usai Dipukul Botol oleh Figur Publik Woodyrman
Samsung Galaxy A26 5G Resmi di Indonesia, Tawarkan Layar 120Hz dan Fitur AI di Kelas Menengah
Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Polisi Tangkap Mbah Mujiran (72) karena Curi Getah Karet, Publik Kembali Soroti Ketimpangan Hukum bagi Rakyat Miskin