Mendikdasmen Abdul Muti Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO, Soroti Gaza dan Pendidikan Global

- Selasa, 04 November 2025 | 13:42 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO, Soroti Gaza dan Pendidikan Global

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pidato di UNESCO Gunakan Bahasa Indonesia, Soroti Gaza dan Pendidikan

Mendikbudristek, Abdul Mu'ti, menyampaikan pidato berbahasa Indonesia dalam Sidang Umum UNESCO. Penggunaan bahasa Indonesia di forum internasional ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO sejak tahun 2023.

Pidato Bahasa Indonesia di Panggung Global

Dalam pidatonya, Abdul Mu'ti menekankan peran vital UNESCO sebagai penuntun moral dan sumber pengetahuan global untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Ia menggarisbawahi berbagai tantangan dunia, termasuk konflik bersenjata, kesenjangan akses pendidikan, dan krisis iklim.

Sorotan Khusus atas Situasi di Gaza

Mu'ti menyatakan keprihatinan mendalam mengenai kondisi di Gaza. Ia menyerukan perlindungan dan dukungan tanpa syarat bagi hak-hak fundamental di zona konflik. "Hampir seluruh elemen peradaban di Gaza dihancurkan dengan sengaja dan terancam hilang," tegasnya dalam pidato pada Selasa (4/11).

Desakan untuk Keselamatan dan Pemulihan

Mendikdasmen juga mendesak komunitas global untuk menjamin keselamatan pelajar, pendidik, jurnalis, dan relawan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya pemulihan total fasilitas pendidikan dan cagar budaya yang rusak, menyebutnya sebagai "pertaruhan martabat kemanusiaan".

Pendidikan sebagai Solusi Fundamental

Menurut Mu'ti, kunci mengatasi tantangan global terletak pada manusia yang tercerahkan. Hal ini dapat dicapai melalui pendidikan, sains, kebudayaan, komunikasi, dan informasi yang membebaskan. Ia menegaskan kembali komitmen Indonesia bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan tidak boleh ada yang tertinggal.

Dukungan untuk Literasi Media dan Digital

Di akhir pidato, Abdul Mu'ti menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap mandat UNESCO di bidang komunikasi dan informasi. Komitmen ini mencakup memperkuat perlindungan keselamatan jurnalis serta memperluas program literasi media dan informasi, khususnya dengan mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum sekolah.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar