Getaran masih terus mengguncang pascagempa kuat yang melanda Bitung, Sulawesi Utara. Menurut pantauan BMKG, sudah puluhan gempa susulan tercatat sejak kejadian utama tadi pagi.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R, memberikan rincian pada Kamis (2/4/2026).
"Hingga pukul 09.50 WIB, kami mencatat 48 aktivitas gempa susulan. Yang terbesar berkekuatan M5.5," jelasnya.
Gempa utama berkekuatan M 7,6 itu terjadi sekitar pukul 05.48 WIB. Pusatnya di laut, sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer. Guncangannya ternyata dirasakan cukup luas, setidaknya di tiga provinsi: Maluku Utara, Sulut, dan Gorontalo.
Di Ternate, dampaknya cukup serius dengan intensitas V-VI MMI. Getarannya dirasakan semua orang, bikin panik dan lari keluar rumah. Beberapa bangunan mengalami kerusakan, seperti plester dinding yang berjatuhan hingga cerobong asap pabrik yang rusak.
Guncangan juga terasa kuat di Manado, dengan intensitas IV-V MMI yang membangunkan banyak warga dari tidur. Sementara di wilayah Gorontalo seperti Bone Bolango dan Gorontalo Utara, getarannya lebih ringan, sekitar III MMI, seperti sensasi truk berat yang lewat.
Menyikapi kejadian ini, BMKG segera mengambil langkah. Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, menyatakan tim ahli akan segera diturunkan.
"Tim akan melakukan pemetaan sebaran kerusakan dan memantau gempa susulan," ujar Rahmat.
Tak hanya itu, mereka juga berencana memasang seismograf portabel di sekitar Maluku Utara dan Ternate untuk memperkaya data. Koordinasi dengan seluruh unit pelaksana teknis di daerah dan pihak terkait pun telah dilakukan untuk memantau perkembangan dan dampak lebih lanjut.
Dari laporan yang berhasil dihimpun, kerusakan bangunan terjadi di beberapa titik. Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, adalah dua di antaranya yang mengalami dampak dari gempa ini.
Di sisi lain, ancaman lain juga sempat muncul. BMKG melaporkan tsunami terpantau di lima lokasi, tersebar di Sulut dan Malut. Gelombangnya tidak besar, tapi tetap dicatat sebagai bagian dari rangkaian peristiwa ini.
Berikut titik pantau dan ketinggian tsunami yang tercatat:
1. Halmahera Barat: pukul 06.08 WIB, 0,30 meter.
2. Bitung: pukul 06.15 WIB, 0,20 meter.
3. Sidangoli: pukul 06.16 WIB, 0,35 meter.
4. Minahasa Utara: pukul 06.18 WIB, 0,75 meter.
5. Belang: pukul 06.36 WIB, 0,68 meter.
Keadaan kini masih terus dipantau. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin masih akan terjadi.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran Ganja saat Patroli Libur Idul Adha di Tangerang
Polisi Sita 30 Cartridge Vape Berisi Narkotika Jenis Baru di Cengkareng, Satu Kurir Dibekuk
Jadwal Salat Surabaya Jumat 29 Mei 2025: Imsak Pukul 04.03 WIB, Zuhur 11.28 WIB
Relawan Indonesia Herman Budianto Ungkap Penyiksaan Brutal Tentara Israel saat Bajak Kapal Bantuan Gaza