PT IMC Pelita Logistik Tbk, atau yang akrab dengan kode saham PSSI, baru saja mengumumkan rencana besar. Perusahaan pelayaran itu bakal membeli kembali sahamnya sendiri dengan nilai fantastis, mencapai Rp 50 miliar. Rencananya, mereka akan menarik hingga 135,4 juta lembar saham, atau sekitar 2,5% dari total modal yang beredar.
Namun begitu, aksi korporasi ini tak akan langsung dieksekusi. Manajemen membeberkan bahwa buyback akan berjalan bertahap dalam rentang waktu satu tahun penuh, dimulai 18 Mei 2026 mendatang. Semua itu tentu setelah mendapat lampu hijau dari para pemegang saham dalam RUPS yang diagendakan pada 8 Mei 2026.
Lalu, berapa harga belinya? Manajemen menyebut akan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, POJK 29/2023, dengan level harga yang dianggap wajar. Yang menarik, seluruh dana untuk aksi ini diklaim bersumber dari kas internal perusahaan.
“Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang kuat untuk mendukung pembiayaan transaksi ini bersamaan dengan kegiatan usaha,”
Begitu bunyi pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Rabu (1/4/2026). Mereka menegaskan, langkah ini tidak akan mengganggu operasional bisnis sehari-hari.
Di sisi lain, kondisi keuangan PSSI memang terlihat solid. Arus kas yang dihasilkan disebut-sebut masih melebihi kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan. Tak hanya itu, tingkat utang atau leverage perusahaan juga dalam kondisi sehat, bahkan masih menyisakan ruang untuk bertambah jika diperlukan.
Jadi, apa tujuan akhir dari buyback senilai Rp 50 miliar ini? Tampaknya, manajemen punya beberapa target. Mereka berharap bisa lebih lincah dalam mengatur struktur modal, sekaligus mendongkrak kinerja finansial seperti Laba Per Saham (EPS) dan Return on Equity (ROE) di masa mendatang.
Rencana ini jelas menjadi perhatian pasar. Bagaimana eksekusinya nanti, tentu kita tunggu bersama.
Artikel Terkait
BRI dan Unsoed Resmi Luncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk Transformasi Desa Berbasis Teknologi
BPII Investasi Rp150 Miliar di Perusahaan Induk Properti, Kuasai 19,3% Saham
Proyek LNG CGAS di Karawang Terancam Molor, Baru 70 Persen
Harga BBM Nonsubsidi Serentak Naik per Mei 2026, Vivo dan BP Paling Awal Menyesuaikan