Pasar saham Indonesia kembali dibayangi awan kelabu di awal perdagangan Kamis, 2 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah, dibuka di level 7.153. Tekanan jual, rupanya, masih belum juga mereda.
Hanya dalam hitungan menit, pelemahan makin dalam. Catatan pada pukul 09.24 WIB menunjukkan IHSG anjlok 1,07 persen ke posisi 7.108. Indeks sempat mencoba merangkak naik ke 7.161, tapi upaya itu gagal. Pergerakannya pun terbatas, hanya berkutat di antara level tertinggi 7.161,80 dan titik terendah 7.131,82. Suasana lesu itu tercermin dari transaksi yang nilainya mencapai Rp1,2 triliun, dengan volume 2,1 miliar saham.
Mayoritas saham tampak kehilangan tenaga. Dari sekian banyak emiten yang diperdagangkan, 295 di antaranya melemah. Yang menguat cuma 227, sementara 436 lainnya diam di tempat tanpa perubahan harga berarti.
Tekanan itu nyaris merata di semua sektor. Sektor perindustrian jadi yang paling terpukul, ambles 1,7 persen. Barang baku, teknologi, dan infrastruktur juga ikut terperosok dengan penurunan masing-masing di atas 1,3 persen. Hanya ada satu titik terang: sektor kesehatan. Di tengah gempuran pelemahan, sektor ini masih bertahan di wilayah positif dengan kenaikan tipis 0,17 persen.
Meski pasar lesu, beberapa saham tetap menunjukkan perlawanan. PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) melesat tinggi, naik 25,58 persen dan memimpin deretan penguat.
Di belakangnya, ada PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang menguat 22,76 persen dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) dengan kenaikan 19,48 persen.
Namun begitu, penderitaan beberapa saham lain justru sangat dalam. PT Remala Abadi Tbk (DATA) tercatat sebagai yang terlemah, harganya rontok 14,84 persen.
Dua emiten lain yang ikut terpuruk adalah PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 14,77 persen dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) yang melemah 11,11 persen.
Hingga berita ini diturunkan, sentimen pasar masih terlihat berat. Investor tampaknya memilih untuk menunggu dan melihat, menanti sinyal positif untuk kembali masuk.
Artikel Terkait
Tagar SjafrieSAfiekalla Trending, Dukungan untuk Afi Kalla di Pilketum Hipmi Menguat
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi