Pasar Valas Antisipasi Pidato Trump Soal Gencatan Senjata Teluk

- Kamis, 02 April 2026 | 09:15 WIB
Pasar Valas Antisipasi Pidato Trump Soal Gencatan Senjata Teluk

Pasar valuta asing tampak menahan napas pada Kamis (2/4/2026). Mata uang utama dunia bergerak di tempat, seolah-olah semua orang sedang menunggu sebuah sinyal. Sinyal itu diharapkan datang dari pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump malam nanti. Isunya? Kemungkinan gencatan senjata dalam perang Teluk yang sudah berlangsung sejak akhir Februari.

Pidato kenegaraan yang dijadwalkan pukul 21.00 waktu AS itu benar-benar bisa mengubah permainan. Arah pasar global mungkin ditentukan oleh pernyataan yang keluar dari mulut Trump.

Indeks dolar, yang jadi tolok ukur kekuatan greenback terhadap mata uang lain, nyaris tak bergerak di angka 99,56. Padahal sehari sebelumnya sempat turun 0,3 persen. Sejak konflik meletup, dolar AS memang jadi primadona. Statusnya sebagai aset safe haven membuatnya terus diburu. Tapi dua hari terakhir, sentimen gencatan senjata mulai menggerus keuntungannya. Spekulasi bahwa perang akan mereda membuat beberapa trader mulai melepas posisi dolar mereka.

Di pasar Asia pagi ini, euro bertahan di USD1,1592. Poundsterling juga di posisi yang hampir sama, USD1,3308. Keduanya stabil, meski masih menyimpan keuntungan kecil dari sesi sebelumnya. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru dua mata uang yang biasanya jadi barometer selera risiko juga diam. Mereka diperdagangkan masing-masing di USD0,69265 dan USD0,57495.

Tapi, apakah perdamaian akan dengan mudah mengembalikan segalanya seperti semula? Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia, punya pandangan yang lebih hati-hati.

Menurutnya, sekalipun militer AS mundur, Iran kemungkinan besar akan tetap membatasi akses ke Selat Hormuz. Itu adalah jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Belum lagi infrastruktur energi dan transportasi yang rusak parah," katanya. "Pasokan energi global kecil kemungkinannya bisa kembali ke level sebelum perang dalam waktu singkat."

Di sisi lain, yen Jepang sedikit menguat ke level 158,64 per dolar. Pergerakannya menjauhi level psikologis 160, yang dianggap sebagai garis batas yang bisa memicu intervensi otoritas Jepang untuk menyelamatkan mata uang mereka.

Selain pidato Trump, ada satu lagi acara yang ditunggu pasar: laporan pekerjaan AS atau nonfarm payrolls Jumat besok. Survei Reuters menunjukkan, ekonom memprediksi penambahan sekitar 60.000 lapangan kerja pada Maret. Angka yang cukup moderat.

Jika laporan nanti ternyata jauh lebih buruk, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini bisa hidup kembali. Sentimen itu sempat tenggelam gara-gara lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran inflasi akan berkepanjangan. Jadi, dua hari ke depan ini penuh dengan ketegangan. Pasar siap berayun ke mana saja, tergantung kata-kata dari Washington dan angka-angka dari lembar data.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar