Begitu bunyi pernyataan resmi perusahaan yang dirilis Rabu (1/4/2026). Mereka menegaskan, langkah ini tidak akan mengganggu operasional bisnis sehari-hari.
Di sisi lain, kondisi keuangan PSSI memang terlihat solid. Arus kas yang dihasilkan disebut-sebut masih melebihi kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan. Tak hanya itu, tingkat utang atau leverage perusahaan juga dalam kondisi sehat, bahkan masih menyisakan ruang untuk bertambah jika diperlukan.
Jadi, apa tujuan akhir dari buyback senilai Rp 50 miliar ini? Tampaknya, manajemen punya beberapa target. Mereka berharap bisa lebih lincah dalam mengatur struktur modal, sekaligus mendongkrak kinerja finansial seperti Laba Per Saham (EPS) dan Return on Equity (ROE) di masa mendatang.
Rencana ini jelas menjadi perhatian pasar. Bagaimana eksekusinya nanti, tentu kita tunggu bersama.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis
Pasar Valas Antisipasi Pidato Trump Soal Gencatan Senjata Teluk