Zenica. Rasa sakit itu datang lagi. Italia, sang juara dunia empat kali, kembali kandas di babak playoff. Kali ini, mereka takluk dari Bosnia dan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Pukulan telak yang terasa seperti deja vu.
Ini sudah yang ketiga kalinya secara beruntun. Bayangkan, sebuah raksasa sepak bola harus absen dari panggung terbesar selama tiga edisi berturut-turut. Status mereka sebagai juara dunia justru membuat kegagalan ini terasa lebih perih, lebih menyiksa. Trauma Piala Dunia jelas bukan sekadar omong kosong.
Drama berlangsung sepanjang 120 menit di Stadion Bilino Polje. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, memaksa pertandingan ditentukan dari titik putih. Di sana, nasib Italia kembali berbalik. Bosnia lebih dingin, menang 4-1, dan meninggalkan Gli Azzurri dalam kepedihan yang dalam.
Usai laga, pelatih Gennaro Gattuso tampak hancur. Namun, di depan awak media Sky Sport Italia, pria yang dulu dikenal sebagai 'pitbull' di lapangan itu berusaha tegar.
"Saya baru saja bicara dengan anak-anak. Saya cuma bisa bilang terima kasih. Sudah lama saya tidak melihat Nazionale bermain dengan jiwa dan semangat sekuat ini."
Suaranya berat, penuh penyesalan.
"Tapi ya, ini sakit. Harus kita terima. Saya bangga pada mereka, sungguh. Tapi... ini pukulan yang berat. Butuh waktu untuk melupakannya."
Gattuso kemudian mencoba merasionalisasi kekalahan ini. Baginya, sepak bola memang selalu punya dua sisi mata uang.
"Inilah sepak bola. Kadang dia membuatmu bersorak, di lain waktu dia membuatmu menderita."
Kalimat itu seperti gema dari masa lalu. Gattuso sendiri pernah merasakan puncak kejayaan, menjadi pilar penting saat Italia mengangkat trofi di Piala Dunia 2006. Kini, delapan belas tahun kemudian, dia menyaksikan negaranya terpuruk. Italia terakhir tampil di Piala Dunia adalah tahun 2014 di Brasil. Sejak itu, yang ada hanyalah kegelapan dan jalan buntu di kualifikasi.
Laga di Zenica mungkin sudah berakhir. Tapi bagi Italia, pertanyaan besar baru saja dimulai. Ke mana mereka harus melangkah setelah ini?
Artikel Terkait
Jadwal dan Siaran Langsung MotoGP Italia 2026 di Mugello, Sirkuit Paling Menantang
Gol Tunggal Mateta Bawa Crystal Palace Juara Conference League, Juventus Kembali Incar Sang Striker
Di Giannantonio Tercepat di Latihan Perdana MotoGP Italia 2026, Marc Marquez Tertahan di Posisi Keenam
Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat