Di tengah ketegangan global yang memanas, kabar baik datang dari sektor pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, dengan tegas menyatakan situasi di Timur Tengah tidak akan menggoyah ketahanan pangan kita. Alasannya sederhana: Indonesia tak mengandalkan impor bahan makanan dari kawasan yang sedang bergejolak itu.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas di hadapan para wartawan, tepatnya di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, pada Kamis lalu. Suasana saat itu terlihat cukup santai, meski topik yang dibicarakan serius.
"Jadi semua aman," ujarnya meyakinkan.
"Walaupun ada perang di Timur Tengah, pangan kita tidak terpengaruh. Soalnya, kita tidak ada impor pangan dari sana," jelas Zulhas lebih lanjut.
Memang, Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas. Tapi menurut sang menteri, sumbernya bukan dari wilayah konflik. Gandum, misalnya, didatangkan dari Eropa dan Kanada. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya, Zulhas menyebut kita sudah mampu memproduksi sendiri. Swasembada beras dan jagung sudah tercapai. Begitu pula dengan pasokan ayam dan ikan yang menurutnya sudah lebih dari cukup.
Artikel Terkait
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar