Di tengah kabar pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk batu bara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan jaminan. Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN, katanya, tetap aman dan tak akan terganggu.
“Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan Maret-April, no issue,” tegas Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa lalu.
Pernyataan itu disampaikannya untuk menjawab kekhawatiran banyak pihak. Soalnya, langkah penataan RKAB ini memang sedang gencar dilakukan. Tapi menurut Bahlil, justru inilah cara pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi dulu, sebelum bicara ekspor. PLN jadi prioritas utama.
Nah, penataan ini bukan tanpa alasan. Bahlil menuturkan, tujuannya untuk menyelaraskan rencana produksi dengan kondisi pasar yang nyata, baik domestik maupun global. Dengan begitu, stabilitas harga bisa lebih terjaga. Ia berharap langkah ini menciptakan keseimbangan. Di satu sisi, volume produksi terjaga, di sisi lain nilai ekonominya juga bagus untuk pelaku usaha. Semua itu tentu tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“RKAB untuk batu bara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian,” ujarnya.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Jaringan Perburuan Liar Gajah Sumatera di Riau, 15 Orang Diamankan
Bupati Pekalongan Bantah Terlibat OTT KPK Meski Kenakan Rompi Oranye
Gubernur Pramono Anung Ancam Beri Sanksi ASN yang Langgar Aturan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu
Bupati Pekalongan Diperiksa KPK Usai OTT, Bantah Jadi Target Operasi