Pemerintah Rusia tak ragu melontarkan kecaman keras. Sasaran kemarahannya adalah Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, yang baru-baru ini melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Menurut Moskow, langkah ini justru berbahaya dan bisa memicu hal yang sebenarnya ingin dicegah.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dengan tegas menyampaikan peringatan itu. Dalam sebuah konferensi pers Selasa lalu, ia memaparkan analisis yang cukup mencengangkan.
"Konsekuensi logis dari tindakan AS dan Israel adalah bahwa kekuatan akan muncul di Iran... yang mendukung untuk melakukan persis apa yang ingin dihindari Amerika - memperoleh bom nuklir," ujar Lavrov.
Ia lalu memberikan alasan yang terdengar sinis, namun menurutnya realistis. "Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir," tambahnya, seperti dilaporkan Al-Jazeera.
Nada Lavrov serius. Menurutnya, dampaknya bisa merembet luas. Negara-negara Arab, misalnya, mungkin akan terdorong untuk ikut dalam perlombaan senjata nuklir. Mengingat kejadian beberapa hari terakhir, masalah proliferasi ini berpotensi lepas kendali sepenuhnya.
Artikel Terkait
Menteri Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Stok Pangan dan BBM Nasional
BMKG Siapkan Layanan Prakiraan Cuaca Khusus Mudik Lebaran 2026
Arus Mudik di Simpang Ajibarang Masih Lengang, Puncak Diprediksi Kamis
Mensos Gus Ipul Tegaskan Data Akurat Kunci Utama Bansos Tepat Sasaran