Pemerintah Rusia tak ragu melontarkan kecaman keras. Sasaran kemarahannya adalah Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, yang baru-baru ini melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Menurut Moskow, langkah ini justru berbahaya dan bisa memicu hal yang sebenarnya ingin dicegah.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dengan tegas menyampaikan peringatan itu. Dalam sebuah konferensi pers Selasa lalu, ia memaparkan analisis yang cukup mencengangkan.
"Konsekuensi logis dari tindakan AS dan Israel adalah bahwa kekuatan akan muncul di Iran... yang mendukung untuk melakukan persis apa yang ingin dihindari Amerika - memperoleh bom nuklir," ujar Lavrov.
Ia lalu memberikan alasan yang terdengar sinis, namun menurutnya realistis. "Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir," tambahnya, seperti dilaporkan Al-Jazeera.
Nada Lavrov serius. Menurutnya, dampaknya bisa merembet luas. Negara-negara Arab, misalnya, mungkin akan terdorong untuk ikut dalam perlombaan senjata nuklir. Mengingat kejadian beberapa hari terakhir, masalah proliferasi ini berpotensi lepas kendali sepenuhnya.
Artikel Terkait
Progres Pembangunan Jembatan Pascabencana di Sumatera Bervariasi, Sumbar Paling Tertinggal
Bitcoin Bertahan di Support Kunci USD 68.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik
Bocah 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditemukan di Bawah Kasur di Bandung Barat
Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal Balasan ke Target AS dan Israel