MURIANETWORK.COM, JAKARTA
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, tak tinggal diam. Usai ditetapkan KPK sebagai tersangka, ia langsung melontarkan pembelaan keras. Yang menarik, dalam upaya membangun alibi, nama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ikut diseretnya.
Fadia membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan. Klaimnya, saat tim KPK melakukan pengamanan dini hari Selasa lalu, ia justru sedang berada di Semarang. “Saya sedang melakukan pertemuan resmi dengan Pak Gubernur,” ujarnya.
Bantahan yang Menggugat Prosedur
Mantan penyanyi dangdut itu bersikukuh. Ia menegaskan tidak ada satu pun barang bukti, apalagi uang tunai, yang disita dari dirinya saat kejadian. Bahkan, ia mempertanyakan cara penggerebekan yang dilakukan KPK.
“Saya tidak di-OTT, tidak ada barang apa pun yang diambil. Saat penggerebekan terjadi, saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi demi Allah, tidak ada OTT dan tidak ada uang serupiah pun yang saya terima,”
tegas Fadia di Gedung Merah Putih KPK, Rabu kemarin.
Soal pertemuannya dengan Luthfi, Fadia bilang itu untuk koordinasi. Ia mengaku ingin meminta izin karena berhalangan hadir dalam agenda program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia terkesan menghindar untuk merinci lokasi pastinya.
Kronologi yang Berbeda
Di sisi lain, narasi yang dibangun KPK sama sekali berbeda. Lembaga antirasuah itu telah mengamankan total 14 orang dalam operasi senyap di wilayah Kabupaten Pekalongan. Penangkapan dilakukan dalam dua gelombang terpisah.
Artikel Terkait
Menteri Sosial Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua Barat
OJK Geledah Mirae Asset Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi IPO BEBS
Anggota DPRD DKI Soroti Pak Ogah Sebagai Pemicu Tambahan Kemacetan dan Ancaman Keselamatan
Menteri ESDM Tegaskan Stok BBM Aman, Keterbatasan di Kapasitas Penyimpanan