Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, akhirnya terlihat di Gedung Merah Putih KPK. Penampilannya ini terjadi setelah dia dibawa dari Semarang ke Jakarta, menyusul operasi tangkap tangan yang digelar lembaga antirasuah itu Selasa lalu.
Dari lantai dua gedung, Fadia turun usai menjalani pemeriksaan. Dia berjalan pelan, diapit dua penyidik. Penampilannya langsung menarik perhatian: baju lengan panjang dan hijab hitam, tapi di luarnya sudah terpasang rompi oranye terang seragam khas tersangka yang diamankan KPK. Kepala dan sebagian wajahnya juga tertutup kain panjang berwarna abu.
Namun begitu, saat ada kesempatan singkat, Fadia membantah keras dirinya menjadi target operasi.
"Saya tidak OTT," ujarnya tegas di lokasi, Rabu (4/3/2026).
Bantahan itu datang meski KPK sendiri sudah mengambil langkah hukum resmi. Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, status perkara ini sudah dinaikkan setelah melalui proses ekspose internal.
"Malam tadi sudah dilakukan ekspose, dan perkara ini dinyatakan naik ke tahap penyidikan," jelas Budi.
Dia melanjutkan, pihaknya juga telah menetapkan status hukum terhadap semua pihak yang diamankan dalam waktu yang ditentukan. Artinya, proses hukum terhadap Fadia dan yang lainnya sudah benar-benar bergulir.
Suasana di sekitar Gedung Merah Putih pun terasa mencekam. Sorot kamera dan pertanyaan wartawan memenuhi lorong, meski hanya dijawab dengan langkah cepat dan sikap diam. Fadia dibawa masuk lagi, meninggalkan kesan yang masih penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
Investasi Asing Tetap Mengalir, Realisasi Kuartal I 2026 Lampaui Target
Uji Coba B50 di Sektor Otomotif Capai Target, Kondisi Mesin Masih Baik
Prabowo dan Luhut Bahas Strategis Ekonomi di Tengah Gejolak Global
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil