Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun tewas setelah diserang sekawanan anjing pemburu babi hutan di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tragis itu terungkap setelah jasad korban ditemukan pada Minggu, 7 Juni lalu. Dalam kejadian yang sama, keempat anjing pemburu tersebut dilaporkan mati secara bersamaan di dalam mobil.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa nahas itu bermula saat korban tengah asyik memancing belut. Kasat PPA/PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi teman korban yang berada di lokasi korban saat itu sedang memancing dengan posisi jongkok.
“Jadi, kalau berdasarkan keterangan saksi di lapangan, yaitu teman korban, bahwasanya korban itu sedang memancing belut dengan posisi jongkok,” kata Silfi pada Selasa, 9 Juni.
Tanpa diduga, sekawanan anjing pemburu tiba-tiba muncul dari arah belakang korban. Karena terkejut, bocah tersebut langsung berlari, dan refleks itu justru memicu anjing-anjing untuk mengejarnya. “Karena korban kaget, kemudian berlari dan dikejarlah oleh anjing tersebut. Anjing tidak dikekang, memang sedang dilepas untuk berburu babi hutan,” ucapnya.
Menurut keterangan komunitas pemburu setempat, lokasi tempat korban diserang sebenarnya baru pertama kali digunakan sebagai area perburuan. Meski demikian, kawasan itu kerap dijadikan lokasi berburu oleh beberapa komunitas. Silfi menambahkan bahwa pemilik anjing melepas hewan buruannya dari jarak jauh tanpa pengawasan yang memadai.
“Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti sehingga tidak ada pengawasan dari si pemilik anjing ini ke mana. Itu makanya kita bilang lalai terkait masalah anjingnya ini tidak dijaga,” bebernya.
Atas kelalaian tersebut, pemilik anjing yang diketahui berinisial Y telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. “Ancaman hukumannya penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak kategori V dan/atau pidana penjara paling lama 5 bulan dan/atau pidana paling banyak kategori II,” ungkap Silfi.
Artikel Terkait
Kesaksian Korban Pembobolan Rp1,2 Miliar: Terapis Curi Kartu ATM dari Casing Ponsel
Machine Gun Kelly Sakit Keras dan Kulit Menguning Akibat Proses Blackout Tattoo Berbulan-bulan
Anak 6 Tahun di Jakarta Pusat Diduga Korban Perundungan hingga Tersengat Listrik
Bupati Sukabumi Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian Imipas, Targetkan 24 Unit Layak Huni