Bupati Pekalongan Bantah Terlibat OTT KPK Meski Kenakan Rompi Oranye

- Rabu, 04 Maret 2026 | 14:40 WIB
Bupati Pekalongan Bantah Terlibat OTT KPK Meski Kenakan Rompi Oranye

Rabu (4/3/2026) siang itu, suasana di sekitar Gedung Merah Putih KPK tampak tegang. Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, baru saja turun dari lantai dua usai menjalani pemeriksaan. Langkahnya diiringi dua penyidik yang mengawalnya dengan ketat. Penampilannya langsung menarik perhatian: ia mengenakan baju lengan panjang dan hijab hitam, namun di luarnya terselip rompi oranye terang seragam khas KPK untuk mereka yang diamankan. Sehelai kain panjang berwarna abu-abu juga terlihat membalut kepala dan sebagian wajahnya, seolah ingin menyembunyikan diri dari sorotan kamera yang sudah menunggu.

Di hadapan wartawan yang berjejal, Fadia bersikeras membantah terlibat dalam operasi tangkap tangan. Suaranya terdengar lantang meski dibalik kain.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apapun yang diambil," tegasnya.

Ia lalu menguraikan alibi yang menurutnya penting. "Pada saat penangkapan, mereka menggerebek ke rumah. Nah, saat itu saya sedang sama pak gubernur Jawa Tengah. Jadi, sekali lagi, saya tidak ada OTT apapun, barang serupiah pun tidak. Demi Allah, nggak ada."

Klaimnya itu tentu saja menambah dimensi baru dari kasus yang sudah ramai diperbincangkan. Operasi senyap KPK sendiri digelar sehari sebelumnya, Selasa (3/3/2026), di wilayah Semarang. Beberapa orang diamankan, termasuk sang bupati.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar