Rabu (4/3/2026) siang itu, suasana di sekitar Gedung Merah Putih KPK tampak tegang. Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, baru saja turun dari lantai dua usai menjalani pemeriksaan. Langkahnya diiringi dua penyidik yang mengawalnya dengan ketat. Penampilannya langsung menarik perhatian: ia mengenakan baju lengan panjang dan hijab hitam, namun di luarnya terselip rompi oranye terang seragam khas KPK untuk mereka yang diamankan. Sehelai kain panjang berwarna abu-abu juga terlihat membalut kepala dan sebagian wajahnya, seolah ingin menyembunyikan diri dari sorotan kamera yang sudah menunggu.
Di hadapan wartawan yang berjejal, Fadia bersikeras membantah terlibat dalam operasi tangkap tangan. Suaranya terdengar lantang meski dibalik kain.
"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apapun yang diambil," tegasnya.
Ia lalu menguraikan alibi yang menurutnya penting. "Pada saat penangkapan, mereka menggerebek ke rumah. Nah, saat itu saya sedang sama pak gubernur Jawa Tengah. Jadi, sekali lagi, saya tidak ada OTT apapun, barang serupiah pun tidak. Demi Allah, nggak ada."
Klaimnya itu tentu saja menambah dimensi baru dari kasus yang sudah ramai diperbincangkan. Operasi senyap KPK sendiri digelar sehari sebelumnya, Selasa (3/3/2026), di wilayah Semarang. Beberapa orang diamankan, termasuk sang bupati.
Artikel Terkait
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti
Polisi Dugaan Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Lebih dari Dua Orang