Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp13,28 triliun untuk merevitalisasi 17.573 sekolah dan madrasah sejak tahun 2025, dan program ini dipastikan akan berlanjut pada tahun ini. Langkah masif tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, saat meninjau progres revitalisasi di MTsN 1 Kota Bogor, Rabu (10/6).
Menurut Pratikno, revitalisasi ini tidak hanya menyasar bangunan fisik, melainkan juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi para siswa. Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama guna menunjang proses pembelajaran yang lebih baik dan merata di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Program ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi yang unggul,” ujar Pratikno dalam keterangannya di lokasi peninjauan.
Sementara itu, peninjauan di MTsN 1 Kota Bogor dilakukan untuk memantau langsung efektivitas penggunaan anggaran serta kualitas hasil renovasi. Pratikno berharap, dengan adanya revitalisasi, semangat belajar siswa dan kinerja tenaga pendidik dapat meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa program revitalisasi ini akan terus berjalan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai krusial mengingat masih banyak sekolah dan madrasah di berbagai daerah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur.
Artikel Terkait
APDESI: Transformasi Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui di Pesisir Barat, Wujud Pemerataan Layanan Kesehatan Wilayah Terpencil
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Akses Kesehatan Masyarakat Pesisir Barat Kian Dekat
Grup C Piala Dunia 2026: Brasil dan Maroko Diunggulkan, Haiti Kembali Usai 52 Tahun