Grup C Piala Dunia 2026 menyajikan perpaduan menarik antara tim-tim bersejarah dan pendatang baru yang siap memberikan kejutan, dengan Brasil dan Maroko diunggulkan untuk melaju ke fase gugur, sementara Skotlandia dan Haiti berambisi mematahkan prediksi.
Dari empat kontestan, hanya Brasil yang memiliki pengalaman luar biasa di turnamen terbesar sepak bola dunia. Tim Samba telah tampil sebanyak 23 kali di Piala Dunia, menjadikannya peserta paling senior di grup ini. Skotlandia menyusul dengan sembilan partisipasi, Maroko tujuh kali, dan Haiti hanya dua kali menjadikannya tim dengan pengalaman paling minim.
Kehadiran Haiti di edisi 2026 menjadi cerita tersendiri. Negara Karibia itu kembali ke panggung utama setelah absen selama 52 tahun, tepatnya sejak Piala Dunia 1974. Pada debutnya kala itu, Haiti harus pulang tanpa meraih satu pun kemenangan. Kini, mereka datang dengan tekad untuk menulis ulang sejarah.
Brasil, satu-satunya tim di grup ini yang pernah meraih trofi juara, memiliki koleksi lima gelar Piala Dunia pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Catatan pertandingan mereka pun impresif: dari 144 laga, Seleção memenangi 76 pertandingan, 19 imbang, dan hanya 19 kali kalah. Mereka juga produktif dengan torehan 237 gol dan hanya kebobolan 108 kali.
Di sisi lain, Maroko datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada edisi 2022 di Qatar. Prestasi itu menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah mereka. Dalam 23 pertandingan Piala Dunia, Maroko mencatat lima kemenangan, 11 hasil imbang, dan tujuh kekalahan, dengan 20 gol dicetak dan 27 gol kemasukan.
Skotlandia, meskipun memiliki sembilan partisipasi, belum pernah sekalipun lolos dari fase grup. Rekor mereka di Piala Dunia mencatat empat kemenangan, tujuh imbang, dan 12 kekalahan dari 23 laga, dengan 25 gol dicetak dan 41 gol kebobolan. Haiti pun bernasib serupa: belum pernah melewati babak penyisihan grup.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, membawa skuad bertabur bintang. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Raphinha, Marquinhos, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Magalhaes menjadi andalan. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Neymar, yang kembali menjadi pusat perhatian dalam skema permainan tim.
Sementara itu, pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, memanggil sembilan pemain yang menjadi bagian dari skuad bersejarah di Qatar 2022, termasuk kiper Yassine Bounou, bek Nayef Aguerd, gelandang Sofyan Amrabat, dan bek Achraf Hakimi. Salah satu nama baru yang menarik perhatian adalah Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Lille berusia 18 tahun yang akan menjalani debut di Piala Dunia.
Skotlandia mengandalkan pemain-pemain berpengalaman seperti Scott McTominay, Andrew Robertson, dan John McGinn. Namun, perhatian juga tertuju pada penyerang muda Findlay Curtis, yang tampil mengesankan selama masa peminjaman dari Rangers ke Kilmarnock.
Haiti, meskipun minim pengalaman, datang dengan skuad yang solid. Kapten dan kiper Johny Placide akan memimpin pertahanan bersama bek Ricardo Ade dan Carlens Arcus. Di lini tengah, Leverton Pierre dan Danley Jean Jacques diharapkan menjadi motor permainan, sementara Duckens Nazon dipercaya sebagai ujung tombak serangan.
Jadwal pertandingan Grup C akan dimulai pada Minggu, 14 Juni 2026, dengan laga Brasil melawan Maroko pada pukul 05.00 WIB, disusul Haiti versus Skotlandia pada pukul 08.00 WIB. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, Skotlandia akan menghadapi Maroko pukul 05.00 WIB, dan Brasil bertemu Haiti pukul 07.30 WIB. Babak penyisihan grup ditutup pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB dengan dua pertandingan serentak: Skotlandia melawan Brasil dan Maroko menghadapi Haiti.
Artikel Terkait
Remaja 13 Tahun di Cimahi Alami Lengan Tertancap Pagar Besi saat Kejar Layangan
Polisi Kenya Tembak Demonstran Tolak Pusat Karantina Ebola AS di Nanyuki, Satu Tewas
Polri Salurkan 550 Paket Bansos ke Pengemudi Ojol dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80
Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Target Bali 100 Persen Pemilahan Sampah